5 Konflik Drakor The Art of Sarah, Semua Berawal dari Kebohongan!

- Mayat tanpa identitas ditemukan oleh Park Mu Gyeong dan diduga sebagai Sarah Kim
- Orang-orang yang berhubungan dengan Sarah Kim sebagian besar tertipu
- Sarah Kim memakai banyak identitas untuk mengubah kehidupannya
Meramaikan bulan Februari tahun ini, Netflix merilis drakor berjudul The Art of Sarah. Drama tersebut tayang perdana secara global pada Jumat (13/2/2026). Mengusung genre psychological thriller, drama ini menonjokkan estetika dunia fashion kelas atas sekaligus konflik tentang pencurian identitas.
Drama ini menyoroti kehidupan glamor Sarah Kim (Shin Hye Sun) yang menyimpan banyak rahasia kelam di balik status sosialnya. Konflik utama dalam drama ini berpusat pada karakter tersebut dan karakter Park Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk). Episode demi episode menunjukkan bahwa ada pertarungan mental dan manipulasi di antara mereka. Untuk lebih lengkapnya, di bawah ini akan dijelaskan lima konflik drakor The Art of Sarah.
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.
1. Ditemukan mayat tanpa identitas oleh Park Mu Gyeong dan mayat itu diduga Sarah Kim

Cerita bermula dari detektif Park Mu Gyeong mendapat laporan tentang mayat di sebuah selokan. Mayat tersebut tidak diketahui identitasnya. Sulit untuk mencari tahu siapa mayat anonim itu karena wajah mayat tersebut sudah hancur dan tidak ada DNA yang cocok. Jika melihat dari pakaian dan lokasi penemuannya, mayat itu diduga merupakan Sarah Kim, pemilik brand fashion Boudoir.
2. Orang-orang yang berhubungan dengan Sarah Kim ternyata sebagian besar tertipu

Selama penyelidikan, Park Mu Gyeong mencari informasi tentang Sarah Kim melalui orang-orang yang berhubungan dengan perempuan tersebut. Ada banyak yang ia tanyai, mulai dari pengusaha, mantan karyawan, hingga rentenir. Hampir semua dari mereka adalah korban penipuan Sarah Kim. Sepengetahuan mereka, mereka dirugikan dan Sarah Kim sudah meninggal.
3. Sarah Kim memakai banyak identitas untuk mengubah kehidupannya

Sejak awal, kasus Sarah Kim sudah terasa janggal bagi Park Mu Gyeong. Setiap orang yang berhubungan dengan perempuan itu mengenal Sarah Kim dengan nama yang berbeda. Ia pun mengetahui bahwa Sarah Kim menggunakan banyak sekali identitas untuk melakukan penipuan.
Awalnya, Sarah Kim dikenal sebagai karyawan di sebuah mall. Karena terlilit utang, Sarah Kim berambisi untuk menjadi bagian dari kaum elit seperti atasannya. Ia lalu dikenal dengan nama lain dan bekerja di bar, menjadi istri rentenir, menjalin hubungan dengan laki-laki muda yang materialistis, hingga akhirnya bisa membangun brand sendiri.
4. Kebohongan sering menjadi bumerang bagi Sarah Kim

Sarah Kim dikenal sebagai pemilik brand ternama dan menguasai pasar barang mewah. Di balik citranya yang glamor, ia menyimpan banyak rahasia. Barang-barang yang ia jual ternyata adalah barang imitasi. Kebohongan yang ia lakukan tak jarang menjadi bumerang bagi dirinya.
Misalnya ketika ia menjalankan butik, ternyata Woo Hyo Eun (Jung Da Bin), karyawannya mengetahui bahwa ada beberapa barang tiruan yang sudah dijual di pasaran sebelum resmi dirilis Boudoir. Woo Hyo Eun diberhentikan saat ketahuan membawa teman ke butik. Karena Woo Hyo Eun juga diduga mengetahui barang-barang di butik ternyata palsu, Woo Hyo Eun dipecat dan di-blacklist dari industri fashion.
5. Penyelidikan Park Mu Gyeong tersendat karena Sarah Kim ternyata masih hidup dan membuat pernyataan mengejutkan

Beberapa kali penyelidikan Park Mu Gyeom terancam ditutup karena Sarah Kim sangat piawai melakukan aksinya. Yang paling mengejutkan adalah saat ia mengeluarkan daftar pencarian orang karena menduga Sarah Kim masih hidup, Sarah Kim justru muncul sendiri di hadapannya. Sulit untuk membuktikan Sarah Kim adalah pelaku, karena identitas asli perempuan itu tidak diketahui.
Kelima konflik di atas membangun ketegangan di sepanjang drama ini. The Art of Sarah membuktikan bahwa kebohongan bisa menimbulkan kejahatan berantai jika tidak dihentikan.



















