7 Konflik Ideologis Baek Ki Tae dan Jang Geon Young di Made in Korea

Baek Ki Tae (Hyun Bin) dan Jang Geon Young (Jung Woo Sung) sama-sama bekerja untuk negara di Made in Korea. Mereka sama-sama mengklaim diri mereka nasionalis, dan sama-sama percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk pengabdian.
Namun, di tangan Baek Ki Tae, cinta pada negara itu artinya membuat negara makmur dan untung. Sementara bagi Jang Geon Young, negara hanya bisa berdiri jika hukum dan keadilan ditegakkan.
Dari sinilah konflik ideologis mereka lahir. Inilah tujuh konflik ideologis antara anggota KCIA, Baek Ki Tae dan jaksa Jang Geon Young.
1. Baek Ki Tae meyakini bahwa menjual narkotika ke negara lain demi menambah devisa adalah bentuk cinta pada Korea

2. Sebaliknya, Jang Geon Young percaya bahwa negara yang membiarkan narkotika beredar, dalam bentuk apa pun, telah mengkhianati rakyatnya sendiri.

3. Bagi Ki Tae, negara bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan lebih besar. Statusnya sebagai agen KCIA jadi tameng sekaligus jadi senjata

4. Sementara bagi Geon Young, negara adalah prinsip yang harus dijaga, bahkan jika itu berarti melawan aparat negara sendiri

5. Ki Tae percaya bahwa kekayaan adalah satu-satunya cara untuk keluar dari siklus penderitaan. Menjadi bandar sabu baginya adalah jalan pintas

6. Sebaliknya, Geon Young hidup dengan keyakinan bahwa keadilan, meski tidak ada kenyamanan, adalah satu-satunya tujuan yang layak diperjuangkan

7. Ki Tae ingin masa depan yang bisa ia kendalikan dengan uang dan kekuasaan. Geon Young memperjuangkan masa depan yang mungkin rapuh dan penuh risiko

Konflik Baek Ki Tae dan Jang Geon Young di Made in Korea bukan sekadar pertarungan antara penjahat dan penegak hukum. Ini adalah benturan dua nasionalisme, dua trauma, dan dua keyakinan tentang apa arti bekerja untuk negara.



















