Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Konflik Penting di Episode Awal Drakor Doctor X: Mafia in White

4 min read
4 Konflik Penting di Episode Awal Drakor Doctor X: Mafia in White
cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Gye Su Jeong menolak hierarki, pekerjaan administratif, dan budaya lembur di Rumah Sakit Guseo University, karena fokusnya hanya mengoperasi serta menyelamatkan pasien.
  • Ia mengkritik prosedur Direktur Kim Myeong Seop, lalu mengambil alih operasi saat direktur kolaps akibat syok anafilaksis dan berhasil menyelamatkan pasien.
  • Meski sempat dipecat, Gye Su Jeong dipekerjakan kembali lewat kontrak khusus setelah agensinya memakai rahasia insiden operasi sebagai tekanan kepada direktur baru Bu Seung Gwon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Doctor X: Mafia in White membuka penayangan episode awalnya dengan beragam konflik intens. Gye Su Jeong (Kim Ji Won) sebagai karakter utama selalu membangun ketegangan tinggi di antara dirinya dan para dokter Rumah Sakit Guseo University. Karena konfrontasi terbuka yang dilakukan, ia langsung dipecat di tempat.

Tak menciptakan konflik, Gye Su Jeong juga secara langsung memamerkan kejeniusannya sebagai dokter bedah. Bahkan, dokter senior yang dihormati dan diagung-agungkan rumah sakit, dibuat kalah telak oleh kemampuannya. Konflik seperti apa yang ditampilkan di penayangan episode awal drakor ini? Yuk, simak!

  1. 1. Konflik aturan vs profesionalisme dokter

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Sejak awal tiba melalui agensi penempatan dokter milik Jang Hui Suk (Lee Jung Eun), Gye Su Jeong langsung menunjukkan penolakan total untuk tunduk pada hirarki rumah sakit. Ia menolak melakukan pekerjaan administratif atau rutinitas yang tidak berhubungan langsung dengan operasi medis. Bagi Gye Su Jeong, satu-satunya kualifikasi dan kewajibannya adalah mengoperasi pasien dan menyelamatkan nyawa.

    Tak sampai di situ, Gye Su Jeong juga melawan budaya lembur tanpa alasan sejak hari pertama bekerja. Ia selalu pulang kerja tepat jam 6 sore dan mengabaikan aturan loyalitas mutlak dan jam kerja panjang Rumah Sakit Guseo University. Baginya, jika tidak ada jadwal operasi darurat yang sedang berjalan, ia tidak memiliki kewajiban untuk bertahan di rumah sakit hanya demi menyenangkan atasan.

  2. 2. Konfrontasi terbuka dengan direktur rumah sakit

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Konflik bermula saat Gye Su Jeong menghadiri rapat formal pertamanya di rumah sakit untuk membahas rencana operasi besar. Direktur Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo) berencana memimpin langsung operasi tersebut untuk memamerkan teknik medis yang ia kembangkan demi menaikkan reputasi rumah sakit. Di saat seluruh dokter di ruangan sibuk memuji dan menjilat rencana sang direktur, Gye Su Jeong justru menunjukkan ekspresi heran atas prosedur yang dinilainya berlebihan dan tidak efisien bagi keselamatan pasien.

    Tanpa rasa takut terhadap hirarki kekuasaan, Gye Su Jeong langsung angkat bicara dan menyatakan keberatan secara terbuka di tengah rapat. Ia membongkar celah kejanggalan dari penjelasan medis yang dipaparkan oleh sang direktur. Ketegangan ini mencapai puncaknya saat operasi berlangsung dan situasi mendadak kritis karena sang direktur tiba-tiba kolaps akibat syok anafilaksis. Gye Su Jeong mengambil alih operasi demi menyelamatkan nyawa pasien sekaligus membuktikan secara nyata bahwa kritik medisnya di ruang rapat terbukti benar.

  3. 3. Insiden di ruang operasi dan pemecatan pertama

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Saat mengobservasi operasi kritis, situasi berubah kacau ketika pasien mengalami syok anafilaksis dan Direktur Kim Myeong Seop tiba-tiba kolaps akibat reaksi alergi terhadap sarung tangan latex. Gye Su Jeong langsung mengambil alih operasi darurat tersebut dan berhasil menyelamatkan nyawa pasien sekaligus sang direktur. Alih-alih berterima kasih, Direktur Kim Myeong Seop yang baru sadar dan masih di ranjang rumah sakit justru merasa terhina. Ia langsung memanfaatkan kekuasaan mutlaknya untuk memecat Gye Su Jeong saat itu.

    Di sisi lain, kondisi ini dimanfaatkan oleh Direktur Cabang Rumah Sakit Universitas Guseo, Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo). Ia menggunakan bukti kegagalan Kim Myeong Seop dalam mengoperasi untuk mengambil alih posisi direktur pusat. Setelah berhasil mengambil alih kepemimpinan pusat medis, Bu Seung Gwon menjadi sosok yang mempekerjakan kembali Gye Su Jeong melalui kontrak khusus.

  4. 4. Kontrak khusus dan blackmail terselubung

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Setelah Gye Su Jeong dipecat, kepala agensi penyalur dokter, Jang Hui Suk turun tangan untuk bernegosiasi ulang dengan direktur baru rumah sakit, Bu Seung Gwon. Pihak agensi melakukan blackmail atau pemerasan terselubung secara halus dengan memegang rahasia insiden ruang operasi. Jika rumah sakit mendepak Gye Su Jeong, agensi bisa membongkar fakta bahwa Direktur Kim Myeong Seop mengalami syok anafilaksis akibat kelalaiannya terhadap alergi latex saat memimpin operasi. Skandal medis ini dapat menghancurkan reputasi sang direktur dan posisi Rumah Sakit Guseo di mata publik.

    Terpojok oleh ancaman tersebut, Direktur Bu Seung Gwon terpaksa menerima draf kontrak kerja baru yang disodorkan oleh Jang Hui Suk. Bahkan, ia menerima segala kontrak kerja yang diajukan diduga demi menyelamatkan nama rumah sakit. Namun, di balik itu ia tetap mengakui kecepatan dan keahlian bedah Gye Su Jeong yang luar biasa.

    Pemecatan yang berujung pada kontrak khusus bernilai fantastis ini menandai dimulainya babak baru di Rumah Sakit Guseo University. Meskipun Gye Se Jeong berhasil mengamankan posisinya lewat blackmail terselubung, ia kini diawasi dengan ketat oleh direktur rumah sakit sendiri, Direktur Bu Seung Gwon. Lantas, apakah akan muncul konflik baru kembali di episode berikutnya? Tunggu jawabannya di episode berikutnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More