3 Konflik yang Muncul Usai Yi Yeol-Eun Jo Bertukar Jiwa di To My Beloved Thief

Tak hanya bertukar jiwa, Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) dan Pangeran Agung Yi Yeol (Moon Sang Min) juga harus turut bertukar kehidupan mereka dalam drama To My Beloved Thief. Mereka terpaksa bertukar tempat sampai jiwa mereka kembali lagi ke tubuh masing-masing.
Agar orang lain tak curiga dan timbulkan masalah nantinya, mereka saling menjelaskan tentang kehidupan pribadi sampai ke silsilah keluarga. Namun, sayangnya beberapa hal terjadi di luar kendali mereka sehingga menimbulkan masalah baru yang tak kalah rumit dari sekadar pertukaran jiwa saja. Konflik-konflik pun mulai bermunculan semenjak pertukaran jiwa itu terjadi.
Apa saja konflik tersebut? Simak saja selengkapnya di bawah ini!
1. Muncul kesalahpahaman di mana-mana

Pertukaran jiwa yang dialami oleh Hong Eun Jo dan Pangeran Agung Yi Yeol rupanya menimbulkan konflik baru. Karena jiwa mereka tertukar, terkadang mereka tak sadar melakukan sesuatu seolah itu adalah tubuh mereka. Membuat kesalahpahaman pun muncul di mana-mana.
Saat Hong Eun Jo berada di tubuh Yi Yeol dan belum menyadari bahwa tubuh itu adalah milik seorang Pangeran Agung, ia pun bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Ia berpegangan tangan dengan seorang perempuan bernama Shin Haerim (Han So Eun) bahkan memujinya cantik, seolah lupa bahwa di mata orang lain ia bukalah perempuan.
Hal ini pun memunculkan kesalahpahaman bagi Shin Hae Rim yang mengira bahwa Pangeran Agung menyukainya. Ibu Suri yang melihat hal itu pun juga ikut salah paham karena mengira putranya diam-diam membawa gadis ke kediamannya.
Lalu, Yi Yeol yang berada di tubuh Hong Eun Jo dengan seenaknya mengakui bahwa ia mau menikah dengan kakek tua demi bisa menjadi nyonya di pavilium tersebut. Hal ini pun membuat sang kakak, Hong Dae Il (Song Ji Ho) salah paham padanya dan membencinya. Im Jae I (Hong Min Gi) yang merupakan cucu dari suami Eun Jo pun turut salah paham dan tak lagi bersimpati padanya.
2. Kepala sekretaris Im mulai memusuhi Pangeran Yi Yeol

Konflik lain pun muncul seiring dengan adaptasi Eun Jo dan Yi Yeol pada kehidupan yang tertukar itu. Eun Jo yang notabene adalah seorang tabib langsung merasa curiga pada aroma tonik herba yang dibakar pada dupa di kediaman Raja Yi Gyu (Han Seok Jin) yang menurutnya mencurigakan.
Eun Jo pun meminta agar dupa tersebut disingkirkan karena menurutnya hal itu akan memperparah penyakit bisul Raja. Ia bahkan mencoba menelusuri tentang tonik tersebut yang membuat Geum Nok (Song Ji Wo), Kepala Sekretaris Im Sa Hyeong (Choi Won Young), dan Im Seung Jae (Do Sang Woo) menaruh curiga padanya.
Akibatnya, Kepala Sekretaris Im pun mulai merencanakan hal jahat pada Yi Yeol. Dia berusaha untuk menjatuhkan sang pangeran yang dinilai bisa menghalangi tujuannya selama ini. Bila tak bisa diatasi, Im Sa Hyeong mungkin bisa saja menghabisi Yi Yeol agar tak ada lagi yang bisa mengacaukan rencana busuknya untuk kuasai Joseon.
3. Munculnya kisah cinta segiempat yang rumit

Semakin lama Eun Jo dan Yi Yeol bertukar jiwa maka semakin banyak pula konflik yang ditimbulkannya. Selain kesalahpahaman dan perselisihan, rupanya pertukaran jiwa tersebut menempatkan mereka pada kisah cinta segiempat yang cukup rumit.
Shin Haerim yang semula sudah menyukai Pangeran Agung Yi Yeol makin menyukai lelaki tersebut setelah Eun Jo yang berada di tubuh Yi Yeol mengatakan bahwa ia cantik bahkan juga membelanya di depan para gadis. Sementara itu, Im Jae I yang semula membenci Hong Eun Jo tampaknya juga mulai goyah dan menaruh perasaan pada gadis itu. Apalagi saat ini Yi Yeol di tubuh Eun Jo membuat gadis itu tampak menarik karena keberaniannya pada Im Jae I.
Padahal, yang sebenarnya terjadi Yi Yeol sama sekali tak mengingat siapa Shin Haerim bahkan ia tak tahu siapa nama gadis itu. Sementara Eun Jo, ia sangat membenci Im Jae I yang selalu kasar padanya. Selain itu, sejak awal Yi Yeol sudah menyukai Eun Jo begitu pula sebaliknya.
Di akhir episode 6, Eun Jo dan Yi Yeol kembali ke tubuh masing-masing. Namun, kembalinya mereka tak akan serta merta membuat konflik mereda. Kekacauan yang telah terjadi mungkin akan lebih parah lagi ke depannya. Sanggupkah mereka menghadapinya?


















