Sejak awal didirikan, anggota Gugukdan menyadari bahwa perjuangan yang mereka lakukan tidak mudah. Organisasi pergerakan kemerdekaan tersebut harus bergerak dengan sangat hati-hati karena tentara Jepang mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan.
Gugukdan tidak memiliki banyak anggota, meski begitu kekompakan mereka tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga mempunyai semangat juang yang tinggi. Akan tetapi, dua kegagalan beruntun ternyata berhasil mengguncang organisasi tersebut. Situasi ini bahkan memicu krisis di dalam internal Gugukdan. Berikut 7 krisis yang dialami Gugukdan dalam drakor 100 Days of Deception.
