Lee Jun Young di Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
Plot drakor ini memiliki time jump sembilan tahun setelah Choi Jeong Yo hilang lalu kembali dengan identitas baru sebagai Luca Demonico. Sayangnya, berbagai detail penting hanya disebut sambil lalu atau ditunjukkan secara sekilas melalui adegan flashback pendek.
Selama rentang waktu hampir satu dekade ini, banyak kejadian penting yang akhirnya terlewat. Yang paling utama terkait hilangnya Choi Jeong Yo. Bagaimana ia yang jatuh di danau area hutan lalu ditemukan dan tinggal di biara terpencil di Slovakia.
Selain itu, kenapa pihak gereja tidak membawanya ke kedutaan Korea Selatan mengingat Choi Jeong Yo bisa bahasa Korea meski kehilangan ingatan. Belum lagi tidak dibahas bagaimana bisa Choi Jeong Yo ikut kompetensi dirigen dunia tanpa identitas yang jelas sebab ia mengaku amnesia pada publik.
Ada beberapa kritik terhadap alur cerita Four Hands, Two Sonatas, seperti POV yang berat sebelah, penggambaran karakter utama perempuan yang kurang dieksplor, hingga minim bahasan selama time jump. Bagaimana menurutmu?