Kronologi Lee Woo Gyeom Jadi Pembunuh Berantai di Bloody Flower

- Lee Woo Gyeom menciptakan obat mujarab setelah mengalami kecelakaan dan koma selama tiga tahun.
- Obat yang ia ciptakan efektif menyembuhkan tumbuhan, hewan, dan manusia yang terluka.
- Ia melakukan pembunuhan sebagai eksperimen untuk membuktikan efek obatnya pada manusia.
Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) adalah seorang pembunuh berantai di drakor Bloody Flower. Ia mendapat hujatan dari masyarakat karena ditangkap atas kasus pembunuhan terhadap 17 orang. Ia memutilasi para korbannya dengan cara yang kejam.
Aksi pembunuhan Lee Woo Gyeom ternyata terjadi atas dorongan kuat untuk melakukan eksperimen. Ia mengklaim telah menciptakan obat mujarab yang bisa menyembuhkan penyakit yang gak bisa disembuhkan pada manusia. Untuk lebih jelas, berikut adalah kronologi Lee Woo Gyeom jadi pembunuh berantai.
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.
1. Pernah mengalami kecelakaan dan koma cukup lama, ia berinisiatif menciptakan obat untuk sakit yang ia rasakan

Lee Woo Gyeom menceritakan pengalaman kecelakaan yang ia dapatkan kepada pengacaranya, Park Han Jun (Sung Dong Il). Ia pernah ditabrak seseorang dengan mobil hingga ia koma selama tiga tahun. Dokter menyebut ia mengalami mutasi darah baru, tetapi ia yang saat itu merupakan mahasiswa kedokteran gak memercayainya.
Ia merasakan efek lanjutan dari kecelakaan itu. Ia kerap merasa pusing dan kesakitan seperti saat ia mengalami kecelakaan. Ia nekat melakukan eksperimen terhadap tubuhnya sendiri untuk mencari tahu penyebabnya. Ia membuat obat setelah meracik berbagai zat. Hingga akhirnya, rasa sakit yang selama ini ia rasakan menghilang. Ia berhasil menciptakan obat yang konon gak bisa disembuhkan.
2. Obat yang ia ciptakan ternyata manjur saat digunakan pada tumbuhan dan hewan

Ketika diinterogasi oleh jaksa yang menangkapnya bernama Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok), Lee Woo Gyom menceritakan tentang obat yang ia gunakan terhadap objek di sekitarnya. Ia mempunyai bunga yang sudah layu di sebuah pot. Saat tanaman tersebut ia siram menggunakan sisa cairan penelitian yang ia buat, tanaman tersebut kembali hidup keesokan harinya.
Selanjutnya, ia memasukkan obat yang ia ciptakan ke dalam akuarium berisi ikan yang telah mati. Ikan tersebut juga kembali hidup seperti halnya bunga yang sudah layu sebelumnya. Tak hanya sampai di situ, ia mengklaim obat yang ia buat bisa menjadi penyembuh karena seekor kucing yang kakinya terluka langsung pulih hingga bisa melompat tinggi setelah diberi obatnya.
3. Untuk membuktikan efeknya pada manusia, ia mulai melakukan pembunuhan

Karena sudah berhasil membuat obat yang menghilangkan rasa sakitnya ditambah dengan obat tersebut juga manjur saat digunakan pada tumbuhan dan hewan, terbesit di benak Lee Woo Gyeom untuk melihat efeknya ketika digunakan pada manusia. Sejak saat itulah, karena merasa penasaran, ia membunuh sejumlah orang yang ia targetkan untuk eksperimen.
Lee Woo Gyeom menyebut aksinya bukan sebagai pembunuhan, tetapi penelitian. Ia mengklaim nyawa 17 orang yang melayang gak akan rugi karena ada banyak orang yang berhasil ia selamatkan. Dari penelusuran yang dilakukan oleh Park Han Jun, klaim Lee Woo Gyeom itu patut untuk dibuktikan.
Ada dua orang yang sudah mengaku bahwa mereka menjadi lebih sehat karena diberi obat oleh Lee Woo Gyeom. Wali dari salah satunya bersedia memberikan kesaksian di pengadilan, tetapi yang lainnya mengaku kembali sakit meski sempat sembuh dengan obat dari Lee Woo Gyeom.
Lee Woo Gyeom adalah sosok yang genius. Namun, ia memanfaatkan kegeniusannya dengan cara yang ekstrem. Siap-siap merinding jika melihat aksi pembunuhan yang ia lakukan di drama ini!


















