8 Mekanisme Layanan Kencan Virtual yang Ada di Boyfriend On Demand

Netflix telah merilis seluruh episode dari drakor Boyfriend On Demand (2026) yang sukses mencuri perhatian penonton. Mengusung genre romcom fantasi, drama ini menghadirkan konsep unik berupa layanan kencan virtual bernama Boyfriend On Demand.
Seo Mi Rae (Jisoo BLACKPINK) terpilih menjadi salah satu pelanggan pertama yang mendapat kesempatan mencoba layanan tersebut dalam tahap uji coba. Awalnya, Mi Rae cukup skeptis terhadap aplikasi kencan semacam ini, apalagi pengalaman romansanya di dunia nyata tidak terlalu menyenangkan.
Namun rasa penasaran membuatnya tetap mencoba layanan tersebut. Dari situlah Mi Rae mulai memahami berbagai mekanisme unik di balik sistem kencan virtual ini. Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja layanan ini? Simak penjelasannya di bawah!
1. Layanan kencan ini digambarkan sebagai program berbasis virtual reality yang memungkinkan pengguna menjalani hubungan romantis di dunia digital

2. Setelah mendaftar, sistem akan meminta untuk disambungkan dengan gawai pengguna, bertujuan untuk menganalisis data pribadi hingga preferensi

3. Sistem menyediakan sekitar 900 pilihan pasangan virtual, dan pengguna bebas memilih kekasih mana yang ingin mereka kencani

4. Di dalam sistem, terdapat seseorang yang berperan sebagai dating manager untuk menjelaskan mekanisme layanan sekaligus membantu mengarahkan

5. Setelah memilih salah satu ‘pasangan virtual’, pengguna akan otomatis masuk ke latar cerita dan menjadi tokoh utama perempuan dalam kisah tersebut

6. Pengguna kemudian menjalani kehidupan sebagai tokoh tersebut, sementara tubuh asli pengguna akan terbaring rileks di dunia nyata

7. Setiap pengguna diberikan waktu 50 jam untuk setiap satu pasangan kencan. Jika waktu tersebut habis, maka cerita juga akan berakhir

8. Pengguna juga diberikan sebuah cincin khusus yang berfungsi sebagai alat kontrol untuk keluar atau masuk dari dunia virtual tersebut

Berbagai mekanisme ini menunjukkan bahwa layanan Boyfriend On Demand memang dirancang sebagai pelarian bagi mereka yang lelah dengan kisah cinta di dunia nyata. Melalui simulasi yang terasa begitu realistis, pengguna bisa merasakan romansa ideal tanpa harus menghadapi risiko patah hati. Namun seperti yang dialami Mi Rae, pengalaman tersebut justru membuat batas antara dunia virtual dan perasaan nyata, semakin kabur.