Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Film Colony Tadinya Nyaris 3,5 Jam, Apa Saja yang Dirombak Sutradara?

Film Colony Tadinya Nyaris 3,5 Jam, Apa Saja yang Dirombak Sutradara?
Colony (dok. Showbox/Colony)
Share Article

Film zombie terbaru karya Yeon Sang Ho, Colony (2026), rupanya sempat memiliki durasi yang jauh lebih panjang dari versi yang kini tayang di bioskop. Sutradara Train to Busan (2016) itu mengungkapkan bahwa naskah awalnya begitu detail hingga berpotensi menghasilkan film berdurasi lebih dari tiga jam.

Demi menjaga ketegangan dan ritme cerita tetap intens, Yeon Sang Ho bersama tim produksi akhirnya mengambil keputusan besar dengan memangkas banyak bagian cerita, termasuk latar belakang sejumlah karakter utama. Lantas, seperti apa proses di balik perubahan tersebut?

1. Naskah awalnya setebal 168 halaman, berdurasi 3 jam lebih

Colony 3.jpg
Colony (dok. Showbox/Colony)

Korea JoongAng Daily (26/5/2026) memberitakan bahwa Yeon Sang-ho menyiapkan skenario awal Colony sebagai narasi yang sangat padat, termasuk untuk setiap karakternya.

"Draf pertama dari skenario Colony setebal 168 halaman yang akan membutuhkan waktu 3,5 jam untuk menampung semuanya," ungkap Yeon Sang Ho yang juga bertindak sebagai penulis pendamping naskah tersebut.

Menyadari durasi tersebut terlalu panjang untuk sebuah film thriller, ia memilih mengorbankan kedalaman riwayat masa lalu tokoh-tokohnya demi menjaga momentum cerita.

"Saya tahu Colony harus bergerak cepat. Saya membentuk film ini di sekitar momentum tersebut dan memangkas naskahnya menjadi sekitar 100 halaman. Saya ingin penonton merasakan sensasi mendebarkan seperti ikut ditarik ke dalamnya," tuturnya.

2. Beberapa adegan yang dihilangkan dari Colony

Colony 2.jpg
Colony (dok. Showbox/Colony)

Akibat pemotongan besar-besaran ini, sejumlah adegan penting yang mengulas masa lalu karakter harus dihapus dari versi final film. Salah satu yang paling signifikan adalah kisah latar Yeong Cheol (Koo Kyo Hwan), termasuk masa-masa sekolahnya saat pergi menemui Sejeong (Jun Ji Hyun). Tidak hanya itu, beberapa detail mengenai para penyintas lain dan sosok antagonis utama juga ikut dipangkas demi menjaga fokus cerita.

Yeon Sang-ho menyadari keputusan tersebut membuat penonton tidak mendapatkan penjelasan mendalam mengenai seluruh karakter. Namun, menurutnya, hubungan unik di antara para tokoh justru dapat membantu audiens memahami dinamika mereka secara alami.

Ia mencontohkan kehadiran mantan suami Sejeong yang diperankan Go Soo, hingga ketegangan antara seorang perundung sekolah dengan mantan korbannya yang sama-sama terjebak dalam situasi krisis.

"Saya pikir penonton akan dapat membayangkan sendiri kisah mereka secara alami," jelas Yeon Sang Ho.

3. Film Colony mengisahkan tentang apa?

Apakah Film Colony Punya Post-credit Scene.jpg
Colony (dok. Showbox/Colony)

Colony mengikuti kisah sekelompok penyintas yang terjebak di sebuah gedung yang diblokade total setelah wabah zombie mendadak menyebar. Salah satu tokoh utamanya adalah profesor bioteknologi bernama Se-jeong yang harus berjuang bertahan hidup bersama para penyintas lainnya.

Berbeda dengan kebanyakan film zombie, makhluk di Colony tidak hanya bergerak secara naluriah. Mereka berevolusi menjadi predator yang lebih cerdas, mampu berkomunikasi, serta berpikir secara kolektif melalui jaringan yang saling terhubung. Jika Train to Busan berfokus pada drama kemanusiaan dan hubungan keluarga, Colony justru mengedepankan elemen survival dan pelarian ekstrem layaknya permainan escape room.

Yeon Sang Ho pun mengaku masih melihat banyak ruang eksplorasi dalam genre zombie yang telah membesarkan namanya. "Saya seperti Mun Ik Jeom-nya film zombie Korea," kelakarnya, merujuk pada cendekiawan Dinasti Goryeo yang membawa benih kapas ke Korea.

Menariknya, meski film ini berakhir dengan konklusi yang memunculkan banyak pertanyaan, Yeon mengungkapkan bahwa dunia Colony tidak akan berhenti di layar lebar. Ia telah menyiapkan buku pendamping yang mengulas lebih dalam latar dunia dan karakter film tersebut, sekaligus proyek adaptasi gim yang tengah dikembangkan.

"Ada sesuatu yang sudah lama saya impikan. Konten dalam film tidak lagi terbatas pada film saja. Di Jepang, misalnya, komik diadaptasi menjadi serial animasi. (Cerita-cerita tersebut) diperluas dengan cara yang dapat dinikmati melalui berbagai media," cetusnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More

Park Bom Keluar dari Agensi D-Nation, Ingin Fokus Pemulihan Kesehatan

05 Jun 2026, 23:29 WIBKorea