5 Kebohongan Terbesar di The East Palace, Arwah Kolam Aslinya Gak Ada?

The East Palace (2026) bukan hanya menyuguhkan kisah tentang kutukan dan arwah yang menghantui Istana Timur. Di balik berbagai kejadian supranatural tersebut, drama ini juga menyimpan banyak kebohongan yang selama puluhan tahun sengaja ditutupi oleh keluarga kerajaan demi mempertahankan kekuasaan dan nama baik mereka.
Ironisnya, setiap kebohongan justru melahirkan tragedi yang lebih besar. Mulai dari fitnah, pembunuhan, hingga perebutan takhta, semuanya berawal dari kebenaran yang terus disembunyikan. Lantas, apa saja kebohongan terbesar yang akhirnya terungkap di The East Palace? Simak ulasannya berikut ini!
1. Kutukan Arwah Kolam menjadi dalang kematian para pangeran

Selama 30 tahun, keluarga kerajaan percaya bahwa para pangeran meninggal akibat Kutukan Arwah Kolam. Kepercayaan tersebut bahkan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga menjadi fakta yang tidak pernah dipertanyakan. Siapa pun yang meninggal secara misterius selalu dikaitkan dengan kutukan tersebut.
Padahal, kematian para pangeran sebenarnya merupakan pembunuhan yang dilakukan Selir Sukbin (Hwang Young Hee) demi menjadikan putranya, Raja Ju Sang (Cho Seung Woo), sebagai pewaris takhta. Mitos tentang Arwah Kolam sengaja dipertahankan agar pelaku sebenarnya tidak pernah dicurigai. Kebohongan inilah yang menjadi awal dari seluruh tragedi di dalam istana.
2. Dayang Kesayangan dianggap sebagai Arwah Kolam yang pendendam

Nama Dayang Kesayangan selama bertahun-tahun dikenal sebagai sosok arwah yang membawa petaka bagi keluarga kerajaan. Banyak orang percaya bahwa ia kembali untuk membalas dendam atas kematiannya. Karena itulah, seluruh tragedi di istana selalu dikaitkan dengannya.
Faktanya, Dayang Kesayangan hanyalah korban fitnah yang dilakukan Ibu Suri (Jang Young Nam). Ia memang meninggal dengan penuh penyesalan, tetapi bukan dalang di balik berbagai kematian di kerajaan. Identitasnya sengaja disembunyikan agar dosa keluarga kerajaan tidak ikut terbongkar.
3. Kematian Putra Mahkota kembali ditutupi sebagai kutukan

Setelah meracuni kedua kakaknya, Putra Mahkota (Kwak Dong Yeon) akhirnya diracuni oleh Raja Ju Sang. Raja mengambil keputusan tersebut karena Putra Mahkota mengetahui seluruh rahasia kelam keluarga kerajaan dan mulai mengulangi dosa para pendahulunya. Namun, kematian itu tidak pernah diungkap sebagaimana mestinya.
Sebaliknya, Raja kembali membiarkan semua orang percaya bahwa Putra Mahkota meninggal akibat Kutukan Arwah Kolam. Kebohongan tersebut dilakukan untuk melindungi rahasia keluarga kerajaan sekaligus menutupi keterlibatan Raja dalam kematian putranya sendiri. Akibatnya, kebenaran baru terungkap menjelang akhir cerita.
4. Raja menampilkan diri sebagai pemimpin yang tidak mengetahui kebenaran

Di hadapan para pejabat dan rakyat, Raja selalu terlihat seperti korban dari berbagai tragedi yang menimpa keluarganya. Ia seolah ikut mencari penyebab di balik kematian para pangeran dan berbagai kejadian aneh yang terjadi di istana. Sikap tersebut membuat banyak orang tidak pernah mencurigainya.
Padahal, Raja sudah mengetahui kebenaran di balik tragedi tersebut sejak lama. Ia sadar bahwa Selir Sukbin adalah pelaku pembunuhan para pangeran dan memilih menyembunyikan fakta tersebut demi menjaga takhta serta nama baik keluarga kerajaan. Kebohongan itu terus dipertahankannya hingga puluhan tahun.
5. Keluarga kerajaan menutupi dosa dengan kebohongan baru

Setiap kali sebuah rahasia hampir terbongkar, keluarga kerajaan kembali menciptakan kebohongan baru untuk menutupinya. Mulai dari fitnah terhadap Dayang Kesayangan, mitos Kutukan Arwah Kolam, hingga penyebab kematian Putra Mahkota, semuanya dibangun di atas kebohongan yang sama. Tidak ada satu pun anggota keluarga kerajaan yang berani mengungkap seluruh kebenaran.
Akibatnya, kebohongan tersebut terus menumpuk dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Alih-alih menyelesaikan masalah, keluarga kerajaan justru menciptakan tragedi yang semakin besar. Baru setelah Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) berhasil mengungkap seluruh kebenaran, lingkaran kebohongan itu akhirnya berakhir.
Pada akhirnya, semua kebohongan keluarga kerajaan harus dibayar dengan nyawa, kehancuran keluarga, dan runtuhnya kepercayaan satu sama lain. Menurutmu, kebohongan mana yang paling mengejutkan di The East Palace?




















