5 Pelajaran Moral yang Bisa Diambil dari Drakor Spring Fever

- Jangan menilai seseorang dari penampilan fisiknya
- Berdamai dengan masa lalu demi kebahagiaan di masa depan
- Jangan kabur dari masalah, hadapi dan ungkapkan
Biasa tayang pada hari Senin—Selasa, drama Korea Spring Fever akhirnya tamat per (10/2/2026). Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun) yang dihantui rasa bersalah atas apa yang terjadi di masa lalu sudah memaafkan dirinya. Yoon Bom (Lee Joo Bin) juga sudah menyelesaikan masalah yang menimpanya dengan baik.
Gak hanya menutup cerita dengan ending yang memuaskan, drakor ini juga patut diapresiasi karena di dalamnya ada banyak pesan kehidupan. Berikut adalah lima pelajaran moral yang bisa diambil dari drakor Spring Fever.
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.
1. Jangan menilai sesuatu hanya dari cover-nya

Sun Jae Gyu sering disalahpahami oleh warga kota Shinsu. Ia dianggap sebagai preman karena punya tubuh yang tinggi dan kekar, serta kekuatan fisik yang melebihi orang biasa. Jika belum mengenalnya, ia pasti dianggap sebagai sosok yang membahayakan. Padahal, Sun Jae Gyu adalah orang yang sangat baik. Ia gemar membantu orang lain yang kesusahan, bahkan beberapa kali ia mengorbankan dirinya terluka untuk memastikan keselamatan orang lain.
2. Berdamai dengan masa lalu itu penting demi kebahagiaan di masa depan

Sun Jae Gyu diceritakan mempunyai ayah yang sangat toksik. Ayahnya itu sering melakukan KDRT terhadap ia dan sang kakak. Saat kakaknya merantau, yang ada di rumah hanya ia, ayahnya, dan keponakannya yang masih bayi. Suatu hari, ia mendapati rumahnya kebakaran saat ia dalam perjalanan pulang membeli minuman keras untuk ayahnya. Ia saat itu hanya bisa menyelamatkan Sun Han Gyul (Jo Joon Young) karena ayahnya keburu tertimpa reruntuhan rumah.
Rasa bersalah terus menghantui Sun Jae Gyu. Ia menyebut luka di lengannya sebagai bukti bahwa Tuhan menghukumnya karena telah ‘membunuh’ sang ayah. Yoon Bom dan kakaknya memberitahu dirinya bahwa Sun Jae Gyu gak perlu merasa bersalah. Jika saat itu Sun Jae Gyu memilih untuk memprioritaskan ayahnya, bisa jadi mereka bertiga justru akan tewas semua.
3. Jangan kabur dari masalah

Yoon Bom pernah dilecehkan oleh salah seorang wali murid. Ia sampai dikuntit ke rumahnya hanya gara-gara ia pernah bersikap ramah. Parahnya, bukannya dibela sebagai korban, ia malah difitnah oleh istri penguntit itu sebagai pelakor. Ia lalu mengikuti program pertukaran guru di Shinsu karena orangtuanya gak bisa memberikan dukungan seperti yang ia harapkan.
Di Shinsu, Yoon Bom mengubur masalahnya rapat-rapat. Ia ingin hidup damai selama di sana. Namun, masalah tersebut gak selamanya bisa ia sembunyikan. Ia akhirnya dengan lapang hati mengungkapkan semua yang terjadi padanya. Ia sadar bahwa tak seharusnya ia berdiam diri dan menyerah. Setahun setelahnya, ia berhasil menuntut penguntitnya dan membersihkan namanya.
4. Gak semua bentuk hadiah itu bisa diterima atas dasar rasa suka

Sun Han Gyul diceritakan sengaja mengalah untuk Choi Se Jin (Lee Jae In) karena pacarnya itu berambisi jadi rangking pertama. Ia menjawab soal dengan asal-asalan hingga mendapat rangking yang rendah. Namun, hal itu justru membuat Choi Se Jin kecewa karena Choi Se Jin merasa menang bukan murni karena usaha belajarnya. Sun Han Gyul lalu sadar bahwa tak seharusnya ia memberikan ‘hadiah’ yang demikian kepada Choi Se Jin. Mereka lalu bersaing secara sehat di ujian berikutnya setelah baikan.
5. Terkadang berbohong harus dilakukan untuk melindungi orang yang disayangi

Sun Jae Gyu dan Choi I Jun (Cha Seo Won) adalah teman dekat semasa SMA. Choi I Jun menyebut Sun Jae Gyu pengkhianat karena kabur dengan uangnya dan gak bisa ditemui selama 10 tahun belakangan. Namun, ia sebenarnya tahu bahwa Sun Jae Gyu harus berjuang sendiri membesarkan Sun Han Gyul.
Saat rumahnya kebakaran, Sun Jae Gyu sempat mencari Choi I Jun. Namun, Choi I Jun waktu itu mengatakan kepada orangtuanya bahwa mereka gak berteman. Sun Jae Gyu kecewa dan menghilang tanpa berkata apa pun kepada Choi I Jun. Setelah dewasa, mereka sadar bahwa itu hanya salah paham. Choi I Jun sengaja berbohong karena orangtuanya gak setuju apabila ia berteman dengan karakter miskin dan gak berprestasi seperti Sun Jae Gyu.
Beberapa hal di atas merupakan pelajaran moral yang bisa diambil dari drakor Spring Fever. Dengan alur cerita yang ringan, drama ini punya banyak insight menarik yang bisa dipetik.


















