Kamu mungkin diajak sadar, bahwa semua orang diam-diam sedang berjuang dengan sisi terlemah di dalam dirinya sendiri-sendiri. Sarat akan nilai-nilai yang berkaitan dengan kesehatan mental, ini dia beberapa poin penting dari We Are All Trying Here yang bisa kamu pelajari!
4 Pesan Mental Health dari Drakor We Are All Trying Here

- Drama We Are All Trying Here menyoroti perjalanan emosional Hwang Dong Man dan Byeon Eun Ah yang berjuang memahami serta mengelola emosi negatif melalui proses terapi dan hubungan antar karakter.
- Kisah ini menggambarkan dampak luka masa kecil terhadap cara pandang seseorang di masa dewasa, menekankan pentingnya menyembuhkan inner child agar tidak terus memengaruhi kehidupan.
- Serial ini juga menampilkan bahwa rasa insecure dan cemburu adalah hal manusiawi, namun perlu disadari serta dikelola agar tidak membuat seseorang terjebak dalam perasaan rendah diri atau iri.
Drama Korea We Are All Trying Here resmi menutup kisah Hwang Dong Man dan Byeon Eun Ah dengan penuh haru biru. Sepanjang drama ini tayang, sang penulis berhasil membawa emosi penonton naik turun, lewat penampilan para karakternya yang rapuh, namun, meninggalkan banyak kesan dan pesan. Ada banyak pembelajaran hidup mendalam yang dapat kamu temukan.
1. Emosi negatif akan lebih bisa dikontrol saat kamu mengenalinya terlebih dahulu

Sepanjang episode-episode drama ini penonton dibawa hanyut untuk menyelami berbagai emosi yang dirasakan oleh para karakternya. Salah satu karakter yang terus merasa bingung dalam mendefinisikan emosi dirinya adalah Byeon Eun Ah (Go Youn Jung). Perempuan yang hidup dengan childhood trauma ini kerap kali mengalami mimisan, saat perasaan negatif yang menyesakkan menghampirinya.
Namun, berkat sesi terapi panjang yang ia lakukan secara bertahap bersama psikolog. Lalu, kedekatannya dengan Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) menjadi pelipur lara di tengah hidupnya yang sepi. Eun Ah belajar untuk memproses perasaan tidak enak yang datang. Sebelumnya ia merasa ingin “merusak diri”, akhirnya, Eun Ah belajar mencerna emosi negatif yang menyergap dan mengelolanya terlebih dahulu, sehingga emosi tidak akan menguasai dirinya.
2. Inner child yang terluka akan mempengaruhi cara kamu memandang dunia saat dewasa

Drama Korea satu ini mengajari kita, bagaimana inner child atau bagian dari diri kamu yang menyimpan kenangan, emosi, dan pengalaman masa kecil, yang terus dibiarkan terluka, dapat sangat berpengaruh dengan versi dewasa diri. Kondisi ini pula yang lagi-lagi sedang dihadapi Eun Ah, sejak diabaikan oleh sang ibu saat masih kecil.
Luka dari pengabaian masa kecil yang dirasakan Eun Ah membuat dirinya menjadi pribadi yang keras dan sangat kritis. Di sisi lain, ia juga sering dihadapi oleh perasaan takut dan cemas, akan kembali ditinggalkan sendirian. Penonton bisa belajar, bahwa saat inner child yang terluka tak juga diobati, pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Kuncinya, menemukan akar masalah yang memicunya.
3. Insecure akan sesuatu adalah sifat naluriah yang semua orang punya

Seperti judulnya, drama ini juga menjelaskan tentang jauh di lubuk hati paling dalam, setiap orang sebenarnya merasa insecure akan sesuatu dan semua orang mencoba untuk melawannya. Ada orang-orang yang tampak terkendali dan tampak hebat dari luar, tapi sebenarnya berperang dengan perasaan merasa kurang tersebut. Beberapa individu bisa menerima, sisi dirinya yang insecure dengan lebih baik, sementara individu lain justru tenggelam dalam perasaan ini.
Melalui karakter Hwang Dong Man, kamu bisa melihat bagaimana ia memiliki berbagai copying mechanism, agar tidak merasa tidak berharga. Namun, saat Park Gyeong Se (Oh Jung Se) mengkritiknya dengan tajam, ia seperti terhantam oleh gelombang pasang yang dahsyat. Orang yang berada di tengah-tengah perasaan ini sering kali terjebak pada pengalaman yang membuat diri terisolasi dan menjauh.
4. Menghadapi kecemburuan secara alamiah

Hwang Dong Man digambarkan sebagai karakter “menyebalkan” yang seakan selalu dipenuhi rasa iri atas pencapaian teman-temannya. Di sisi lain, Park Gyeong Se yang tampak angkuh pun begitu. Ia sebenarnya cemburu cara Dong Man memandang hidup, penuh kejutan. Begitu juga dengan Choi Hyo Jin (Park Ye Ni) yang sering kali mengusik Eun Ah.
Karakternya sebenarnya hanya merasa iri dengan kemampuan Eun Ah dalam mengulas naskah yang tajam. Di dalam psikologi, kecemburuan adalah salah satu emosi manusia yang sepenuhnya normal. Kemungkinan, secara berkala kamu bisa memiliki perasaan ini di sepanjang hidup. Kecemburuan sering kali muncul saat kamu merasa tidak aman atau terancam, sehingga memicu respon emosional yang kuat.
Drama Korea ini mungkin tidak dapat menyentuh seluruh segmen penggemar drakor. Alurnya bisa jadi terasa lambat, tetapi, begitu kamu larut ke dalam cerita para karakter. Kamu akan memahami Penulis Park Hae Young hanya ingin memaparkan sisi realistis dari masing-masing manusia.
Itulah mengapa, karakter utamanya pun tak digambarkan sempurna. Namun, melalui perjalanannya menyembuhkan diri, karakter-karakter dalam drama ini pun perlahan berkembang menjadi lebih bijak dalam memahami sifat manusia dan memandang hidup.


![[QUIZ] Tebak Member Fromis_9 yang Cocok Jadi Sahabatmu dari Warna Kesukaan](https://image.idntimes.com/post/20211223/fromis-9-fun-factory-all-3ba3a9796f4e53c0a50365390671df81.jpg)


![[QUIZ] Tebak Kebiasaan Sisi Gelap Member BTS, Pasti Pada Gak Tau!](https://image.idntimes.com/post/20220627/1207828603jpg0-3cafef53b8def6ea161746c6675adf0f.jpg)













