4 Pesan Moral dari Drakor Pro Bono, Keadilan Harus Diperjuangkan

- Jangan cepat memberikan judge terhadap seseorang, seperti Kang Da Wit yang belajar untuk tidak menilai orang seenaknya.
- Setiap orang punya hak yang sama untuk dilindungi hukum, seperti kasus Kaya yang berhasil dibela oleh tim PB meskipun dianggap bersalah.
- Keluarga bisa menjadi penyerang terdekat, seperti karakter Oh Jung In, Jang Yeong Sil, dan Elijah yang mengalami konflik dengan keluarganya.
Pro Bono merupakan salah satu drakor yang mengangkat konflik di dunia hukum. Drama ini menampilkan kritik terhadap isu-isu yang terjadi di masyarakat. Rakyat kecil yang berjuang untuk mendapat keadilan terkadang malah berubah peran dari korban menjadi pelaku karena hukum tak berpihak kepada mereka.
Di setiap kasus yang diambil tim pro bono (PB), ada banyak pelajaran tentang empati, keberanian, tanggung jawab, hingga konsekuensi dari pilihan yang sulit. Berikut adalah sejumlah pesan moral dari drakor Pro Bono.
1. Jangan cepat memberikan judge terhadap seseorang

Sejak ditunjuk sebagai ketua tim PB, Kang Da Wit (Jung Kyoung Ho) sering geregetan dengan salah satu anggotanya yang bernama Park Gi Ppeum (So Ju Yeon). Park Gi Ppeum kerap menjelaskan sesuatu dengan gerakan tangan dan menggebu-gebu. Ia menganggapnya terlalu berlebihan.
Namun, Park Gi Ppeum ternyata melakukan itu karena ada alasannya. Ia mempunyai orangtua tunarungu sehingga ia sudah terbiasa menggunakan bahasa isyarat yang mengharuskannya menggerakkan tangan. Kang Da Wit merasa bersalah karena ia juga sempat menyinggung Park Gi Ppeum gak tahu apa-apa tentang hidup bersama penyandang disabilitas. Sejak saat itu, Kang Da Wit jadi lebih berhati-hati untuk menilai seseorang.
2. Setiap orang punya hak yang sama untuk dilindungi hukum

Tim PB menangani kasus yang cukup rumit dari klien bernama Kaya (Jung Hae Rin). Ia merupakan warga negara asing yang menikah dengan laki-laki Korea Selatan. Kaya mengajukan cerai kepada suaminya karena mengaku mendapat perlakuan tidak adil. Seiring dengan berjalannya persidangan, terkuaklah bahwa ia ternyata dilecehkan mertuanya bernama Cho Byeon Hak (Park Yoon Hee) yang merupakan gubernur.
Setelah ditangkap, Cho Byeon Hak mengajukan banding dan menuntut balik Kaya karena menyembunyikan fakta bahwa perempuan itu sudah punya anak sebelum menikah. Tim PB berusaha keras untuk tetap membela Kaya. Ternyata, Kaya terlalu berat mengakui karena di negara asalnya, ia pernah diperkosa dan anak yang ia lahirkan direbut darinya.
Pengadilan lalu mengabulkan tuntutannya setelah mengetahui ceritanya. Dari situ dapat disimpulkan bahwa pelaku kejahatan sering kali gak tahu diri dan malah menuntut balik korbannya. Karena kekuasaan yang mereka miliki, pelaku kejahatan bisa memanipulasi hukum. Kaya yang merupakan warga negara asing menjadi gambaran bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk dilindungi hukum.
3. Keluarga bisa menjadi penyerang terdekat

Ada banyak karakter yang berkonflik dengan keluarganya di drama ini. Keluarga yang harusnya jadi support system malah jadi orang yang menyakiti mereka. Oh Jung In (Lee Yoo Young) dirut firma hukum Oh & Partners sering beda pendapat dengan ayahnya, Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo). Ayahnya terlalu mengekangnya hingga keputusan yang ia ambil sering gak disetujui. Sewaktu kecil, ia ternyata kerap dikurung oleh ayahnya di gudang hingga ia menangis.
Karakter Jang Yeong Sil (Yoon Na Moo) dari tim PB juga gak akur dengan ayahnya, dirut Jang Hyeon Bae (Song Young Chang). Sejak ia masih kecil, ia sering dipukuli oleh ayahnya. Ia gak diakui sebagai anak karena ibunya adalah perempuan simpanan. Ia memutus hubungan dengan ayahnya agar tetap waras.
Di sisi lain, ada karakter Elijah (Jung Ji So) yang dieksploitasi oleh Cha Jin Hui (Oh Min Ae), CEO agensinya sekaligus ibu kandungnya. Ia awalnya mengajukan tuntutan untuk kasus sasaeng yang sering mengusiknya. Ia tertekan karena pacarnya turut dibawa-bawa, padahal ia ingin hubungannya tetap privat. Namun, setelah ditelisik lebih jauh, ternyata ibunya berperan menghancurkan hubungannya. Ibunya gak transparan selama mereka terikat kontrak.
4. Konflik kecil yang dianggap biasa bisa membesar di masa mendatang

Kang Da Wit gak pernah akur dengan pengacara dari firma hukum Baekseung bernama Woo Myeong Hun (Choi Dae Hoon). Mereka selalu menunjukkan aura permusuhan dan mirisnya mereka sering jadi rival di persidangan. Woo Myeong Hun kerap mencari gara-gara dengan Kang Da Wit meskipun laki-laki itu gak menyenggolnya.
Alasan Woo Myeong Hun sangat membenci Kang Da Wit ternyata cukup lucu. Sewaktu mereka menjadi teman di lembaga pelatihan 16 tahun silam, Woo Myeong Hoon ingin menyatakan cinta kepada Oh Jung In. Namun, Oh Jung In malah lebih tertarik kepada Kang Da Wit. Dari mereka dapat diketahui bahwa konflik kecil bisa membesar di masa mendatang.
Drakor Pro Bono gak hanya menampilkan dunia hukum yang pelik, tetapi juga menggambarkan perjuangan rakyat kecil untuk mendapat keadilan. Drama ini gak sekadar menghibur, tetapi sangat kritis untuk menggambarkan isu-isu sosial masyarakat.



















