Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Plot Twist Terbesar di The East Palace yang Berhasil Mengecoh Penonton
still cut drama Korea The East Palace (instagram.com/netflixkr)
  • Gu Cheon dan Saeng Gang menemukan bahwa kutukan kerajaan bukan disebabkan arwah dayang, melainkan arwah Putra Mahkota yang menyimpan dendam atas kematiannya.
  • Saeng Gang mengetahui pembunuh ibunya adalah Selir Agung Sukbin, sosok yang ia percayai, yang juga terlibat dalam racun terhadap para pangeran demi menutupi rahasia istana.
  • Penyelidikan mengungkap Raja ternyata mengetahui dan ikut terlibat dalam pembunuhan pewaris takhta demi mempertahankan kekuasaan, menjadikannya sumber utama kekacauan di istana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drama Korea The East Palace berhasil menghadirkan cerita fantasi, horor, dan misteri yang penuh teka-teki sejak episode pertama. Kisahnya mengikuti Gu Cheon, seorang dukun penangkap arwah yang memiliki kemampuan berubah menjadi arwah, bersama Saeng Gang, anak kandung Raja yang mampu mendengar suara para arwah. Atas perintah Raja, keduanya ditugaskan menyelidiki kutukan misterius yang mengancam Putra Mahkota sekaligus mengungkap penyebab kematian para pewaris takhta yang terus berulang selama bertahun-tahun.

Semakin dalam penyelidikan mereka, semakin banyak pula rahasia kelam yang terungkap. Berbagai petunjuk yang awalnya mengarah pada sosok arwah ternyata justru membawa Gu Cheon dan Saeng Gang pada kenyataan bahwa dalang sebenarnya adalah orang-orang yang hidup di dalam istana. Sederet plot twist pun bermunculan dan membuat alur cerita semakin sulit ditebak. Berikut tiga plot twist terbesar di The East Palace yang berhasil mengecoh penonton.

1. Kematian para raja dan pangeran ternyata bukan disebabkan arwah dayang istana

still cut drama Korea The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Selama bertahun-tahun, keluarga kerajaan hidup dalam bayang-bayang kutukan yang dipercaya berasal dari arwah seorang dayang istana yang tewas secara tragis. Setiap kali seorang pangeran atau putra mahkota akan naik takhta, mereka selalu meninggal secara misterius. Kejadian yang terus berulang itu membuat seluruh penghuni istana yakin bahwa arwah sang dayang menyimpan dendam dan berusaha memusnahkan seluruh keturunan kerajaan.

Gu Cheon dan Saeng Gang pada awalnya juga mempercayai dugaan tersebut. Mereka pun berusaha memburu arwah yang menghuni kolam istana. Namun, ketika Gu Cheon berhasil menghadapi arwah itu, ia justru menyadari bahwa kekuatan roh tersebut tidak cukup besar untuk menjadi penyebab seluruh tragedi yang terjadi selama puluhan tahun. Temuan itu menjadi petunjuk bahwa masih ada sosok lain yang selama ini bersembunyi di balik seluruh kejadian.

Penyelidikan mereka akhirnya mengungkap fakta mengejutkan bahwa dalang sebenarnya adalah arwah Putra Mahkota yang menyimpan dendam mendalam setelah kematiannya. Plot twist ini mengubah seluruh arah cerita karena ancaman yang selama ini dianggap berasal dari satu arwah ternyata hanyalah bagian kecil dari misteri yang jauh lebih besar.

2. Selir Agung Sukbin menjadi dalang di balik kematian ibu Saeng Gang

still cut drama Korea The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Selain menyelidiki kutukan kerajaan, Saeng Gang juga memiliki tujuan pribadi, yakni mencari tahu siapa pelaku yang membunuh ibunya. Sejak kecil, ia meyakini bahwa pembunuh tersebut berasal dari lingkungan istana. Dugaan awalnya mengarah kepada Ibu Suri karena memiliki pengaruh besar di dalam kerajaan dan dianggap memiliki banyak alasan untuk menyingkirkan ibunya.

Namun, hasil penyelidikan justru mengungkap kenyataan yang jauh lebih menyakitkan. Orang yang bertanggung jawab atas kematian ibunya ternyata adalah Selir Agung Sukbin, sosok yang selama ini sangat dipercaya Saeng Gang. Lebih mengejutkan lagi, Selir Agung Sukbin membunuh ibu Saeng Gang karena khawatir rahasia mengenai kematian para pangeran dan perebutan takhta akan terbongkar.

Tidak berhenti di situ, Saeng Gang juga mengetahui bahwa ibunya pernah dipaksa membantu rencana Selir Agung Sukbin dengan memberikan racun kepada para pangeran melalui kotak manisan. Fakta tersebut membuat Saeng Gang mengalami pergolakan batin karena ia tidak hanya kehilangan ibunya akibat pengkhianatan orang terdekat, tetapi juga mengetahui bahwa sang ibu pernah terlibat dalam kejahatan yang selama ini menghantui kerajaan.

3. Raja ternyata mengetahui dan terlibat dalam seluruh kekacauan di istana

still cut drama Korea The East Palace (instagram.com/netflixkr)

Plot twist terbesar dalam The East Palace adalah terungkapnya keterlibatan Raja dalam berbagai tragedi yang selama ini mengguncang kerajaan. Selama bertahun-tahun, Raja selalu menyalahkan arwah dayang istana atas setiap kematian misterius yang menimpa para pewaris takhta. Narasi tersebut berhasil membuat seluruh penghuni istana mempercayai bahwa semua kejadian berasal dari kutukan supranatural.

Akan tetapi, penyelidikan Gu Cheon dan Saeng Gang perlahan membuka fakta bahwa Raja sebenarnya mengetahui siapa dalang di balik seluruh tragedi tersebut. Bahkan, demi mempertahankan kekuasaannya, ia ikut terlibat dalam berbagai tindakan kejam, termasuk membunuh Putra Mahkota yang merupakan darah dagingnya sendiri. Keputusan itu diambil agar rahasia mengenai perebutan takhta dan pembunuhan para pangeran tidak pernah terungkap ke publik.

Kebenaran tersebut menjadi puncak dari seluruh misteri yang dibangun sejak awal drama. Sosok yang selama ini terlihat berusaha melindungi kerajaan justru menjadi bagian dari sumber kehancuran itu sendiri. Plot twist ini tidak hanya mengejutkan para penonton, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap seluruh konflik yang terjadi sepanjang cerita.

Berbagai plot twist dalam The East Palace membuktikan bahwa drama ini tidak hanya mengandalkan unsur horor dan fantasi, tetapi juga menghadirkan misteri yang terus berkembang hingga akhir cerita. Setiap rahasia yang terungkap berhasil mengubah arah konflik sekaligus memperlihatkan bahwa ancaman terbesar tidak selalu berasal dari arwah, melainkan dari manusia yang dipenuhi ambisi dan kehausan akan kekuasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article