Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Plus Minus Kencan Virtual di Drakor Boyfriend on Demand

5 Plus Minus Kencan Virtual di Drakor Boyfriend on Demand
poster drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Boyfriend on Demand merupakan drakor terbaru yang dirilis Netflix pada Jumat (6/3/2026). Drama ini menceritakan tentang Seo Mi Rae (Jisoo BLACKPINK), seorang produser webtoon yang menjalani kencan virtual lewat perangkat bernama Boyfriend on Demand. Seo Mi Rae dan beberapa karakter lain seolah menemukan dunia lain sejak melakukan kencan lewat perangkat tersebut.

Tentu ada kelebihan dan kekurangan dari melakukan kencan secara virtual. Memang, pengalaman baru bisa didapatkan, tetapi di sisi lain bisa timbul konflik yang gak disangka di dunia nyata. Berikut adalah plus minus melakukan kencan virtual yang tergambar dalam drakor Boyfriend on Demand.

1. Mendapatkan pengalaman baru

cuplikan drama Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seseorang yang melakukan kencan virtual di perangkat Boyfriend on Demand bisa merasakan adanya dunia baru yang mungkin gak pernah mereka temukan di kehidupan nyata. Mereka bisa memiliki rumah mewah, menjajal berbagai profesi, hingga berkencan dengan ratusan laki-laki dengan latar belakang yang berbeda. Pengalaman seperti itu adalah hal yang baru dan mungkin hanya bisa dirasakan di alam mimpi.

2. Bisa mendapat inspirasi untuk pekerjaan

cuplikan drama Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seo Mi Rae pernah merasa putus asa karena Yun Song (Gong Min Jung), penulis webtoon yang bekerja dengannya, kehilangan arah. Yun Song menulis cerita tentang karakter utama dari keluarga konglomerat yang punya banyak pesona, tetapi ia gak tau harus dibawa ke mana alur ceritanya.

Dengan pengalaman kencan virtual yang ia dapatkan, Seo Mi Rae memeroleh inspirasi. Seo Mi Rae mendapatkan gambaran agar Yun Song dapat mempertahankan esensi cerita seperti ketika webtoon itu baru diterbitkan.

3. Tidak terjadi di dunia nyata

cuplikan drama Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Kelemahan yang dimiliki dari kencan virtual adalah tidak terjadi di dunia nyata. Para pelanggan Boyfriend on Demand mungkin bisa bertemu ratusan laki-laki, tapi itu semua hanya mereka temui di dunia virtual. Seo Mi Rae dibuat sadar bahwa ia bisa terlena dengan perlakuan manis laki-laki yang kencan dengannya. Hal itu karena mereka sudah diprogram sedemikian rupa. Mereka terlalu sempurna untuk ada di dunia nyata.

4. Waktu kencan terbatas

cuplikan drama Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seo Mi Rae menggunakan Boyfriend on Demand sejak masih berupa perangkat versi beta. Ia mendapat kesempatan untuk merasakan uji coba gratis. Ia sangat menikmati kencan pertamanya, tapi sayang, kencan itu hanya berlangsung selama 50 jam. Setelah berlangganan pun Seo Mi Rae juga tidak menggunakan seluruh waktunya untuk menggunakan Boyfriend on Demand. Ia harus ingat bahwa ia punya kehidupan sendiri dan tidak bisa menggunakan waktu 24 jam hanya untuk perangkat tersebut.

5. Bisa bikin bernostalgia

cuplikan drama Boyfriend on Demand
cuplikan drama Boyfriend on Demand (dok. Netflix/Boyfriend on Demand)

Seo Mi Rae sebelumnya sudah pernah berpacaran dengan Kim Se June (Kim Sung Cheol). Mereka dulu merupakan pasangan yang sangat serasi sejak masa perkuliahan. Kebetulan, teman kencan kedua Seo Mi Rae adalah Seo Eun Ho (Seo Kang Joon) yang ternyata masih mahasiswa. Seo Mi Rae diajak untuk menjalin hubungan romantis semasa perkuliahan.

Hal tersebut membuat Seo Mi Rae bernostalgia. Tiap kali bersama Seo Eun Ho, ia teringat dengan kebersamaannya saat masih pacaran dengan Kim Se June. Saat ini, mantannya itu sudah akan menikah dan ia merasa percintaan mereka dulu sangat berbeda dari awal hingga akhir.

Melakukan kencan secara virtual ternyata memiliki plus minus. Drakor Boyfriend on Demand menunjukkan bahwa kencan virtual bisa membahagiakan, tetapi juga bisa menjadi bumerang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us