Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Polemik di Rumah Sakit Universitas Guseo di Doctor X: Mafia in White

4 min read
4 Polemik di Rumah Sakit Universitas Guseo di Doctor X: Mafia in White
cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Rumah Sakit Universitas Guseo dikuasai faksi elit yang mengutamakan jabatan, kekayaan, dan aliansi politik, hingga membentuk budaya patuh buta yang membahayakan pasien.
  • Direktur Kim Myeong Seop memaksakan operasi demi reputasi, lalu kolaps akibat syok anafilaksis; Gye Su Jeong mengambil alih dan menyelamatkan pasien, tetapi insiden ditutup internal.
  • Setelah sempat dipecat, Gye Su Jeong direkrut kembali dengan kontrak independen yang membuatnya menolak birokrasi korup dan mengancam kelompok Mafia in White.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rumah Sakit Universitas Guseo menjadi latar cerita dari drakor Doctor X: Mafia in White. Rumah sakit elit ini menjadi panggung utama pergesekan antara idealisme medis dan keserakahan jabatan. Para petinggi dan para dokternya terlibat praktik korupsi, birokrasi yang bobrok, dan konflik kepentingan. Saking parahnya, mereka sampai dijuluki sebagai kelompok Mafia in White.

Polemik di rumah sakit ini semakin menjadi setelah kehadiran Gye Su Jeong (Kim Ji Won) sebagai dokter lepas. Ia menolak untuk kompromi dengan korupsi dan tak bisa dikontrol oleh sistem kekuasaan. Lantas, apa saja polemik yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Guseo? Yuk, simak!

  1. 1. Korupsi sistemik dan kelompok rahasia petinggi medis

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Rumah Sakit Universitas Guseo dikuasai oleh kelompok dokter berpengaruh yang lebih memprioritaskan ego, kekayaan, dan jabatan politik daripada keselamatan pasien. Institusi ini disetir oleh faksi elit yang juga menjabat sebagai presiden Asosiasi Dokter Kota Seonam. Hubungan di antara mereka tidak didasarkan pada profesionalisme medis, melainkan aliansi politik internal.

    Mereka secara sadar menciptakan budaya patuh buta, di mana perintah atasan harus ditaati oleh bawahan demi menjaga stabilitas posisi mereka, seburuk apa pun dampaknya bagi pasien. Terutama di departemen bedah, operasi bedah sering kali dijadikan alat pamer eksistensi atau pembuat reputasi palsu. Sebagai contoh, direktur terdahulu, Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo), nekat memimpin operasi besar demi memvalidasi teknik ciptaannya sendiri. Padahal, kompetensinya sudah menurun dan membahayakan nyawa pasien yang sudah berusia 85 tahun. Sedangkan jajaran dokter di bawahnya, membiarkan hal itu terjadi karena sibuk mencari muka di hadapannya demi mengamankan posisi mereka.

  2. 2. Skandal operasi yang dilakukan Direktur Kim Myeong Seop

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Polemik internal Rumah Sakit Universitas Guseo meledak setelah direktur lama rumah sakit ini, Kim Myeong Seop, bersikeras memimpin langsung operasi besar pada pria paruh baya berusia 85 tahun. Padahal, ia sudah lama tak bertugas di ruang operasi dan lebih sibuk memimpin di belakang meja. Operasi ini ia lakukan hanya untuk memamerkan teknik medis buatannya dan menjaga reputasinya.

    Gye Su Jeong yang baru bekerja di rumah sakit tersebut, langsung menyatakan keberatannya. Ia menentang prosedur tersebut dalam rapat karena dinilai keliru dan membahayakan. Kritik jujur ini langsung memicu kemarahan jajaran dokter senior. Saat operasi berjalan, kekhawatiran Gye Su Jeong terbukti. Direktur Kim tiba-tiba kolaps di ruang operasi akibat syok anafilaksis. Demi menyelamatkan nyawa pasien, Gye Su Jeong langsung mengambil alih operasi tersebut dan berhasil. Sayangnya, insiden ini ditutup secara internal tanpa evaluasi.

  3. 3. Intrik pemecatan dan pemerasan kontrak khusus

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Setelah Direktur Kim Myeong Seop mendapatkan perawatan karena syok anafilaksis yang dideritanya di ruang operasi. Jabatan direktur berpindah tangan kepada Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo). Diduga syok yang dialami disebabkan oleh kesalahan Kim Myeong Seop sendiri karena ia memakai sarung tangan khusus yang bisa menyebabkan hal tersebut.

    Setelah Bu Seung Gwon menjabat, Gye Su Jeong yang awalnya dipecat karena menggantikan Kim Myeong Seop melakukan operasi, kembali merekrut Gye Su Jeong. Anehnya, ia menerima persyaratan kontrak yang diminta oleh pihak Gye Su Jeong tanpa perlawanan. Bahkan, kini Gye Su Jeong memiliki kontrak khusus dengan posisi yang independen.

  4. 4. Kehadiran Gye Su Jeong mengancam kelompok Mafia in White

    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drakor Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Kembalinya Gye Su Jeong dengan kontrak baru memperpanjang polemik di manajemen Rumah Sakit Universitas Guseo. Berkat status kontrak khususnya, ia tak dapat diganggu gugat keputusannya untuk menolak tunduk pada aturan birokrasi rumah sakit. Terlebih, ia menolak terlibat dalam urusan nonmedis, mengabaikan pekerjaan administratif, menolak budaya lembur yang tidak efisien, dan murni hanya fokus pada tindakan bedah untuk menyembuhkan pasien.

    Kehadirannya dipandang sebagai ancaman nyata bagi kelompok Mafia in White. Terlebih, ia satu-satunya orang yang berani mengambil risiko dan menangani kasus-kasus darurat medis atau penyakit kritis yang hampir dianggap mustahil disembuhkan oleh dokter lain. Meski ia mendapatkan bayaran besar di setelah itu, pihak rumah sakit tetap akan kesulitan menyembunyikan kebusukan rumah sakit tersebut.

    Empat polemik di atas berhasil membuat pihak Rumah Sakit Universitas Guseo kewalahan. Terlebih, ia kembali dengan kontrak baru yang lebih independen, posisinya hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Tak hanya itu, kehadiran Gye Su Jeong diprediksi akan menambah rentetan polemik rumah sakit ini. Karena masih banyak karakter yang bersikap abu-abu dan memiliki motif tersendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More