3 Potongan Masa Lalu Sun Han Gyul di Spring Fever

Sun Han Gyul (Jo Joon Young) dalam Spring Fever bukan sekedar tokoh yang tumbuh menjadi pribadi pendiam dan tertutup. Di balik sikapnya yang tenang, tersimpan masa lalu yang penuh kekosongan, kehilangan, dan tanda tanya yang tak pernah terjawab. Sejak kecil, hidup Han Gyul dibentuk oleh absennya figure orang tua dan keadaan keluarga yang jauh dari kata utuh. Tiga potongan masa lalu berikut menjadi fondasi penting yang menejlaskan mengapa Han Gyul tumbuh dengan luka yang sunyi nemun mendalam. Yuk, simak sampai akhir!
1. Ditinggal ibunya sejak masih bayi

Han Gyul ditinggal ibunya, Sun Hee Yeon (Son Yeo Eun) saat ia masih bayi. Kepergian itu bukan karena kebencian, melainkan alasan ekonomi ibunya pergi untuk mencari uang demi bertahan hodup. Namun, yang paling menyakitkan bukanlah kepergian itu sendiri, melainkan kenyataan bahwa sang ibu tidak pernah kembali. Sejak saat itu, Han Gyul tumbuh tanpa pernah tahu apakah ibunya masih hidup atau telah pergi selamanya.
Ketidakhadiran ibu sejak usia yang begitu dini meninggalkan ruang kosong yang sulit dijelaskan. Han Gyul tidak memiliki kenangan, hanya cerita yang terputus dan harapan yang menggantung. Ketidakpastian ini membentuk caranya memandang dunia seperti menyimpan perasaan sendiri. Bagi Han Gyul, kehilangan bukan sesuatu yang dramatis, melainkan sunyi yang terus menetap.
2. Dia tidak memiliki ayah

Selain kehilangan ibu, Han Gyul juga tumbuh tanpa sosok Ayah. Sun Hee Yeon sendiri tidak pernah mengetahui siapa ayah biologis Han Gyul Hal ini membuat Han Gyul sejak awal hidup dalam status yang abu-abu, tanpa identitas keluarga yang jelas.
Kehamilan Sun Hee Yeon yang harus dijalani seorang diri menjadi awal luka panjang dalam hidup Han Gyul. Ia mengandung dan melahirkan Han Gyul tanpa adanya tanggung jawab dari sosok ayah, bahkan tanpa kejelasan siapa laki-laki yang seharusnya hadir dalam fase paling penting itu.
3. Sun Hae Gyu yang membesarkannya sendiri

Dalam kekosongan itu, Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun) hadir sebagai satu-satunya orang yang membesarkan Han Gyul. Ia merawat dan membesarkan Han Gyul seorang diri, meski awalnya mereka hidup jauh dari ideal. Bahkan kakek Han Gyul ayah dari Jae Gyu sempat membenci keberadaan Han Gyul ketika ia masih bayi, karena dianggap sebagai aib dan beban keluarga.
Jae Gyu mulai merawat Han Gyul sejak dia masih SMA. Dia berusaha untuk membesarkan Han Gyul dengan sepenuh hati dan perjuangannya sendiri. Namun, justru dari Jae Gyu. Han Gyul mengenal bentuk cinta yang diam dan sederhana. Jae Gyu meungkin tidak selalu ekspresif, tetapi keputusannya untuk membesarkan Han Gyul adalah bukti kasih sayang yang nyata. Hidup bersama Jae Gyu mengajarkan Han Gyul tentang bertahan, tentang mencintai tanpa banyak kata, dan tentang menerima keadaan meski penuh kekurangan.
Tiga potongan masa lalu Sun Han Gyul di Spring Fever memperlihatkan bahwa luka tidak selalu hadir dalam bentuk tragedi besar, melainkan dalam ketidakhadiran yang terus berulang. Ditinggal ibu tanpa kepastian, tumbuh tanpa ayah, dan dibesarkan dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya menerima keberadaannya, membuat Han Gyul belajar hidup dengan sunyi sejak dini. Masa lalu inilah yang perlahan membentuk dirinya tenang, pendiam, namun menyimpan perasaan yang dalam dan kompleks.



















