Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Realitas Kerugian yang Disebabkan KKN di Doctor X: Mafia in White
Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)
  • GUMC menghadapi penurunan reputasi setelah tuntutan malpraktik, sementara prioritas pada pasien VIP membuat pasien reguler menilai kualitas pelayanan rumah sakit memburuk.
  • Kekurangan dokter magang, residen, dan tenaga IGD membuat beban kerja tidak seimbang; dokter IGD bahkan harus menetap berhari-hari di rumah sakit.
  • Nepotisme dan pelanggaran dokter senior menurunkan kualitas tenaga medis, menghambat perekrutan dokter baru, serta memperparah kerugian dan ancaman kebangkrutan GUMC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gye Su Jeong (Kim Ji Won) merupakan seorang dokter independen yang memanfaatkan kekurangan sistem rumah sakit untuk meraup keuntungan di drakor Doctor X: Mafia in White (2026). Gye Su Jeong hadir layaknya angin dingin di musim kemarau yang panjang. Dia dikenal punya banyak keahlian bedah yang dilatih secara otodidak saat tinggal di negara konflik.

Jang Hui Suk (Lee Jung Eun) sadar bahwa rumah sakit di negara mereka banyak dikuasai oleh media berjas putih. Oknum ini umumnya memanfaatkan statusnya sebagai dokter senior untuk mengakali sistem kesehatan negara. Bagi Jang Hui Suk, Gye Se Jeong bisa hadir dan mengisi kerugian dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme ini. Lalu, apa saja realitas kerugian dari KKN di drakor Doctor X: Mafia in White?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler!

1. Penurunan kualitas rumah sakit di mata publik

Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

GUMC dikenal sebagai salah satu tujuan utama rumah sakit besar di daerah mereka yang menjadi rujukan utama pasien. Namun, GUMC mengalami tuntutan malpraktik yang dilayangkan oleh salah satu keluarga pasien sekaligus mantan pegawai mereka. Kondisi ini cukup membuat nama GUMC turun dan banyak dipertanyakan.

Situasi ini jelas gak baik bagi kesehatan bisnis rumah sakit. Namun, pemimpin sebelumnya mementingkan penanganan pasien VIP karena dinilai lebih menguntungkan bisnis. Sayangnya, sistem ini malah membuat pasien reguler merasa kondisi ini jadi sebuah bukti jika GUMC memang punya kualitas buruk terhadap penanganan pasien.

2. Beban kerja dokter yang gak seimbang

Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

Sejak lama, semua departemen mengeluhkan dokter magang dan residensi yang menurun. Mereka bahkan gak mendapatkan dokter baru dalam beberapa tahun. Sayangnya, dokter senior kebanyakan gak menangani pasien gawat darurat kecuali kasus yang membutuhkan observasi lebih lanjut. 

Kondisi ini jelas gak ideal karena dokter residen dan magang gak banyak dan dibutuhkan di banyak departemen. Situasi ini semakin memanas setelah IGD juga kekurangan dokter dengan kebutuhan yang lebih banyak. Dokter IGD akhirnya harus berada di rumah sakit selama beberapa hari tanpa bisa pulang sebentar.

3. Penurunan kualitas dokter

Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

Nepotisme dokter senior di GUMC ini sebenarnya cukup kental. Beberapa dokter malah memanfaatkan koneksinya untuk melakukan banyak pelanggaran. Sayangnya, kondisi ini malah membuat mereka seenaknya dan gak ada keinginan untuk berkembang. 

Di awal masa kerjanya, Gye Su Jeong sadar bahwa dokter senior di GUMC ini sangat menghindari risiko. Dengan kondisi ini, GUMC jelas gak akan mendapatkan dokter baru di rumah sakit mereka. Dokter magang dan residen akan memilih rumah sakit yang bisa menguntungkan dari segi finansial dan pengetahuan.

4. Kerugian rumah sakit

Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

GUMC ini seakan berada di ujung kebangkrutan. Mereka gak mendapatkan dokter berkualitas dan berani mengambil risiko. Selain itu, kondisi ini membuat pasien reguler gak bisa mempercayakan kesehatannya pada rumah sakit yang punya reputasi buruk.

Mungkin GUMC akan bertahan dengan bantuan organisasi. Sayangnya, mereka juga gak bisa mempertahankan rumah sakit yang semakin rugi karena buruknya reputasi. Direktur yang baru harus bekerja keras membenahi sistem internal mereka dan menyelamatkan rumah sakit dari tekanan para mafia medis.

Sayangnya, usaha ini harus dikerjakan oleh berbagai pihak. Mereka harus memperbaiki banyak hal dan memprioritaskan pelayanan pada pasien reguler. Namun, apakah langkah ini akan mungkin dilakukan oleh pekerja GUMC?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article