Review Doctor X: Mafia in White, Jadi Ingat Dokter Baek Trauma Code

Dua kata yang cocok untuk menggambarkan pengalaman menonton dua episode pertama Doctor X: Mafia in White. Layak ditunggu! Saya sengaja menonton episode pertama pada Sabtu (10/10/2026) siang, saat sedang libur bekerja agar bisa menikmati drama Korea ini dengan mindful. Sayangnya, itu keputusan yang salah, lantaran saya harus menunggu lebih dari 10 jam sebelum episode kedua tayang di Netflix.
Drama comeback Kim Ji Won dan Lee Jung Eun ini memang layak mendapatkan rating dua digit dari penonton Korea Selatan. Menurut saya, ini adalah adaptasi yang tidak kalah menarik dari versi Jepangnya dan memang diperuntukkan untuk penikmat drama Korea. Saya yakin, penonton juga merasa deja vu saat melihat karakter Gyu Se Jeong yang mirip dengan Baek Kang Hyuk dari The Trauma Code. Simak ulasannya berikut ini, ya!
Sinopsis drama Korea Doctor X: Mafia in White
Bagaimana caranya Rumah Sakit Universtas Guseo mempertahankan workflow mereka saat banyak dokter dan perawat bedah mengundurkan diri? Yap, mereka menyewa dokter sewaan dengan bayaran cukup tinggi, tapi memiliki kemampuan membedah yang luar biasa.
Doctor X: Mafia in White (2026) mengikuti kisah Gye Su Jeong, serigala putih yang tidak ingin hidup berkelompok. Tujuannya hanya satu, menyelamatkan setiap pasien yang masih hidup. Meski gagal tidak ada di dalam prinsipnya, tapi semua orang seakan meragukan kemampuan dan kepercayaan diri Gye Su Jeong.
Doctor X: Mafia in White20264.8/5Directed by Lee Jung RimProducer Lee Jae Woo, Yoon Geon Hee
Writer Pyeon Seong Geun
Age Rating 18+
Genre Medical, Noir, Dark Comedy
Duration 60 - 70 Minutes
Release Date 9 Oktober 2026
Theme Adaptasi Drama Jepang, Medis, Politik Rumah Sakit, Ahli Bedah
Production House Studio S, Studio Dragon, HighZium Studio
Where to Watch Netflix, SBS
Cast Kim Ji Won, Lee Jung Eun, Son Hyun Joo, Kim Woo Seok, Lee Jin Hee
Trailer drama Korea Doctor X: Mafia in White
Cuplikan drama Korea Doctor X: Mafia in White
Review drama Korea Doctor X: Mafia in White
1. Gye Su Jeong sudah pasti mengadaptasi Michiko Daimon, tapi tanpa diduga juga mirip Baek Kang Hyuk
Seminggu sebelum Doctor X: Mafia in White (2026) tayang, saya sempat menonton versi drama Jepangnya berjudul Doctor X (2012). Satu hal yang membuat penasaran, bagaimana cara Pyeon Seong Geun, sang penulis naskah versi Korea-nya, mengadaptasi visual karakter Gye Su Jeong (Kim Ji Won)? Apakah saya akan melihat sosok Gye Su Jeong yang gemar berpakaian seksi, bersepatu hak tinggi, dan memakai nail art? Meski ternyata tidak, jujur, saya puas saat melihat Kim Ji Won kerap memakai outfit berwarna gelap, sepatu boots, dan minim makeup di drakor ini.
Selain itu, saya juga suka penggambaran Gye Su Jeong versi Kim Ji Won yang nonchalant, hobi makan, dan terkadang pura-pura bodoh atau polos saat menanggapi sesuatu. Saya pun setuju seandainya ada penonton yang bilang Gye Su Jeong adalah Baek Kang Hyuk (Ju Ji Hoon) versi perempuan. Mereka adalah ahli bedah yang jenius dan gak peduli aturan. Perbedaannya Baek Kang Hyuk super kaya, sementara Gye Su Jeong punya banyak utang dan cuma dapat jajan bulanan dari Jang Hui Suk (Lee Jung Eun).
2. Doctor X: Mafia in White memang cocok untuk penikmat drama Korea
Saya setuju kalau Doctor X adalah drama Jepang medis yang wajib masuk tontonanmu. Namun, saya merasa Doctor X: Mafia in White lebih cocok bagi orang-orang yang memang menyukai drama Korea. Saya gak bilang drakor ini lebih baik dibanding versi Jepangnya. Hanya saja, Doctor X: Mafia in White memang diadaptasi dengan sehati-hati mungkin. Contohnya, gak ada adegan Gye Su Jeong pakai nail art panjang dan gaun mini selama di rumah sakit.
Selain itu, komedi gelap pada Doctor X dan Doctor X: Mafia in White juga terasa berbeda. Karena saya lebih sering menonton drama Korea, maka Doctor X: Mafia in White lebih bisa membuat saya tertawa. Namun, kedua drama ini sama-sama bisa membuat saya tersenyum getir saat melihat permasalahan para pasien yang harus dipecahkan oleh Dokter X.
3. Pace-nya terasa lebih cepat sehingga bikin penonton sulit beranjak dari tempat duduk
Menurut saya, salah satu alasan Doctor X: Mafia in White berhasil meraih rating dua digit di episode pertama dan kedua, juga karena drakor ini tidak memberikan ruang bagi penonton untuk beranjak. Saya pun menyelesaikan episode pertama dalam sekali duduk, tanpa di-pause atau dipercepat. Bahkan saya berharap episode pertama dan kedua drakor ini tidak pernah berakhir.
Doctor X: Mafia in White berpotensi menuai popularitas lebih tinggi dari The Trauma Code: Heroes on Call karena ditayangkan secara ongoing. Jadi, setiap minggunya, fans bisa terus membicarakan drama ini. Saya tidak sabar menantikan gebrakan baru dari Gye Su Jeong, serta mencari tahu tentang masa lalunya.























