Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Sikap yang Merusak Citra Profesi Medis di Doctor X: Mafia in White

2 min read
7 Sikap yang Merusak Citra Profesi Medis di Doctor X: Mafia in White
Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  • Doctor X: Mafia in White mengikuti dokter bedah jenius Gye Su Jeong yang menghadapi persoalan profesionalisme tenaga medis di Guseo University Hospital.
  • Drama menampilkan dampak hierarki, ego, keputusan operasi yang keras kepala, serta peremehan terhadap kolega dan bukti medis pada pelayanan pasien.
  • Pasien dirugikan oleh prioritas bagi VIP, pengabaian keluhan lansia, saling lempar tanggung jawab, dan penghentian operasi tanpa mempertimbangkan alternatif penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drakor Doctor X: Mafia in White mengikuti kisah Gye Su Jeong (Kim Ji Won), seorang dokter bedah jenius yang bergabung dengan Guseo University Hospital. Di tempat kerja barunya, ia menghadapi berbagai persoalan, termasuk sikap tenaga medis yang tidak mencerminkan tanggung jawab dan profesionalisme.

Lantas, apa saja sikap yang dapat merusak citra profesi medis dalam drama ini? Simak tujuh di antaranya berikut!

  1. 1. Mengutamakan hierarki jabatan daripada mempertimbangkan masukan medis dari dokter lain

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  2. 2. Mempertahankan keputusan operasi karena merasa paling benar dan enggan mengakui kesalahan

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  3. 3. Membiarkan ego dan rasa tersinggung memengaruhi sikap profesional terhadap dokter lain

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  4. 4. Memberikan prioritas operasi kepada pasien VIP karena status dan pengaruhnya, hingga pasien lain harus rela menunda jadwal operasi mereka

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  5. 5. Mengabaikan keluhan pasien lansia dan saling melempar tanggung jawab hingga diagnosisnya terlambat

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  6. 6. Meremehkan kemampuan dokter lain dan merasa paling hebat tanpa mempertimbangkan kondisi pasien serta bukti medis yang ada

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
  7. 7. Menghentikan upaya operasi ketika menghadapi kondisi rumit tanpa mempertimbangkan pilihan penanganan lain yang memungkinkan

    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)
    Cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/ Doctor X: Mafia in White)

    Melalui berbagai konflik yang ditampilkan, drama ini menyoroti bahwa persoalan di rumah sakit bukan hanya soal penanganan medis, tetapi juga sikap dan keputusan para tenaga medis. Penasaran bagaimana Gye Su Jeong menghadapi berbagai persoalan tersebut? Saksikan kisah selengkapnya dalam drakor Doctor X: Mafia in White!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More