Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Sisi Kelam Kehidupan Karakter Utama di Film Pavane
still cut film Korea Pavane (x.com/NetflixKR)
  • Film Korea Pavane menyoroti kisah tiga karakter utama yang masing-masing menyimpan luka batin mendalam, menggambarkan sisi kelam kehidupan di balik romansa sederhana mereka.
  • Kim Mi Jeong hidup dalam kesepian dan pengucilan, Lee Gyeong Rok kehilangan emosi akibat trauma keluarga, sementara Park Yo Han menyembunyikan penderitaan meski tampak sempurna.
  • Pavane memperlihatkan bahwa setiap orang membawa beban masa lalu berbeda, namun tetap berjuang menemukan makna kebahagiaan dan keberadaan di tengah luka yang tak terlihat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Korea Pavane yang diadaptasi dari novel populer Pavane for a Dead Princess tidak hanya menghadirkan kisah romansa sederhana antara Kim Mi Jeong dan Lee Gyeong Rok. Di balik hubungan mereka yang perlahan tumbuh, film ini justru memperlihatkan luka mendalam yang dimiliki setiap karakternya.

Masing-masing tokoh membawa beban masa lalu yang membentuk cara mereka memandang dunia—tentang kesepian, kehilangan, hingga rasa tidak layak untuk bahagia. Berikut tiga permasalahan hidup karakter utama dalam film Pavane yang terasa begitu menyayat hati.

1. Kim Mi Jeong yang terbiasa hidup dalam pengucilan dan kegelapan

still cut film Korea Pavane (x.com/NetflixKR)

Sejak lama, Kim Mi Jeong hidup sebagai seseorang yang tidak pernah benar-benar diterima lingkungan sekitarnya. Penampilannya yang dianggap tidak menarik membuat rekan kerja menjulukinya “Dinosaurus” dan menempatkannya di ruang kerja basemen yang gelap serta terpisah dari orang lain. Alih-alih melawan, Kim Mi Jeong justru menerima perlakuan tersebut seolah itu adalah hal yang wajar.

Pengalaman dikucilkan sejak kecil membuatnya percaya bahwa dirinya memang tidak pantas berada di tengah orang banyak. Ia terbiasa makan sendirian dan menjalani hari tanpa percakapan hangat. Bagi Kim Mi Jeong, bekerja hanyalah cara untuk bertahan hidup, bukan untuk mencari pengakuan ataupun pertemanan. Tanpa disadari, ia telah berdamai dengan kesepian yang terus menemaninya.

2. Lee Gyeong Rok yang hidup tanpa emosi setelah kehilangan keluarganya

still cut film Korea Pavane (x.com/NetflixKR)

Di balik wajah datarnya, Lee Gyeong Rok menyimpan luka masa kecil yang tidak pernah benar-benar sembuh. Perceraian orang tuanya dan keputusan sang ayah meninggalkan keluarga menjadi awal kehancuran hidupnya. Puncaknya terjadi ketika ibunya memilih mengakhiri hidup, meninggalkan Lee Gyeong Rok sendirian menghadapi dunia.

Sejak saat itu, ia menjalani hidup tanpa perasaan yang jelas. Ia tidak tertawa, tidak marah, bahkan tidak memiliki harapan terhadap apa pun. Hidup baginya hanya sekadar bertahan dari hari ke hari. Namun pertemuannya dengan Park Yo Han dan Kim Mi Jeong perlahan membuka kembali sisi emosional yang lama mati, membuatnya mulai merasakan arti keberadaan dan hubungan manusia.

3. Park Yo Han yang tampak sempurna tetapi menyimpan penderitaan

still cut film Korea Pavane (x.com/NetflixKR)

Park Yo Han dikenal sebagai sosok populer dan mudah bergaul di Utopia Department Store. Dengan kepribadiannya yang ceria dan status sebagai anak pemilik perusahaan, banyak orang mengira hidupnya sempurna tanpa masalah. Namun di balik sikap santainya, Park Yo Han menyimpan luka keluarga yang tidak kalah menyakitkan.

Ia merupakan anak di luar pernikahan yang tumbuh bersama ibunya sebelum akhirnya kehilangan sosok tersebut akibat keputusan tragis sang ibu. Kekayaan dan status sosial tidak mampu menghapus rasa kehilangan maupun amarah yang ia simpan terhadap ayahnya. Keputusannya bekerja sebagai staf biasa pun bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upayanya menghadapi masa lalu dan mencari keadilan atas penderitaan ibunya.

Melalui tiga karakter utamanya, Pavane menunjukkan bahwa setiap orang membawa luka yang tidak selalu terlihat. Di balik senyuman, sikap dingin, maupun kesendirian, tersimpan perjuangan panjang untuk tetap bertahan hidup dan menemukan arti kebahagiaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team