Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tantangan Nakes di Pulau Kecil di Doctor on the Edge, Terbatas?

5 Tantangan Nakes di Pulau Kecil di Doctor on the Edge, Terbatas?
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Do Ji Ui, ahli bedah plastik yang bertugas di pulau kecil, menghadapi tantangan besar karena minimnya pengetahuan kesehatan dan kesadaran diri masyarakat terhadap kondisi tubuh mereka.
  • Fasilitas puskesmas di pulau tersebut sudah usang dan laporan pembaruan ke pemerintah sering diabaikan, membuat tenaga medis harus bekerja dengan alat terbatas.
  • Akses menuju rumah pasien sulit dijangkau dan jumlah tenaga medis sangat minim, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih berat bagi Do Ji Ui dan timnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Drakor Doctor on the Edge menceritakan pengalaman Do Ji Ui (Lee Jae Wook) saat menjalani masa militernya dengan bertugas sebagai nakes di sebuah pulau kecil. Do Ji Ui merupakan seorang ahli bedah plastik di sebuah rumah sakit universitas ternama. Dalam tugasnya ini, Do Ji Ui kerap ditekankan untuk cepat beradaptasi dengan masyarakat pulau tersebut.

Namun, pengalaman Do Ji Ui ini setidaknya juga dialami para nakes di pulau kecil maupun desa terpencil di dunia nyata, lho. Do Ji Ui sendiri menghadapi masalah yang belum pernah dihadapi sebagai nakes di kota besar. Lalu, apa saja tantangan Do Ji Ui sebagai nakes di drakor Doctor on the Edge?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Minimnya pengetahuan kesehatan penduduk

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sejak awal, Do Ji Ui diperingatkan oleh Perawat Hwang Shin Hye (Joo In Young) mengenai kondisi kesehatan penduduk sekitar. Puskesmas mereka menerima pasien dengan kondisi kronis yang butuh pengawasan ekstra setiap bulannya. Para penduduk sendiri umumnya gak menyadari kondisi tubuhnya dan menganggap kesehatan mereka sebagai faktor sepele.

Buktinya, pasien mereka mengidap diabetes dan darah tinggi yang butuh pengawasan ekstra. Gak hanya itu, ketika merasa gak nyaman dengan tubuh mereka, para pasien umumnya ingin mendapatkan resep dengan instan dan kembali ke rutinitas. Mereka juga kerap mengabaikan saran dokter maupun perawat yang memeriksa.

2. Kurangnya kesadaran diri atas kondisi tubuhnya

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Pasien yang pertama ditangani oleh Do Ji Ui adalah kepala desa Park Chun Sik (Woo Hyeon). Park Chun Sik mengaku dadanya sesak seperti teremas. Dia mengaku hanya masuk angin dan ingin mendapatkan resep dokter saja. 

Do Ji Ui menganggap jika Park Chun Sik terkena serangan jantung dengan melihat diagnosisnya. Namun, Park Chun Sik lebih mementingkan pekerjaan dan kliennya saja. Dia bahkan kabur sekalipun Do Ji Ui berusaha menghentikannya dan memanggil ambulance dari rumah sakit besar. Dia menekankan jika hanya dirinya yang paham dengan kondisi tubuhnya.

3. Kurangnya perhatian pemerintah pada sarana dan prasarana kesehatan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Di pertemuan awalnya, Do Ji Ui dikenalkan pada seluruh fasilitas puskesmas tempatnya bekerja setahun ke depan. Perawat Hwang Shin Hye menganggap jika fasilitas mereka masih bekerja dengan baik sekalipun terlihat tua. Sayangnya, Do Ji Ui menganggap jika alat kesehatan dan fasilitas puskesmas memang sudah waktunya untuk diganti.

Hwang Shin Hye mengaku jika mereka telah melaporkan pada pemerintah setempat untuk mengganti fasilitas kesehatan. Sayangnya, laporan mereka gak ditindaklanjuti berkali-kali. Makanya, para nakes harus berpuas diri untuk bekerja dengan fasilitas terbatas ini.

4. Bekerja dengan akses sulit

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Di pulau tersebut, tempat tinggal penduduk tersebar dari sudut hingga ujung pegunungan terpencil. Sekalipun pulau kecil, medan yang mereka lalui untuk sampai ke rumah penduduk juga gak mudah. Jika berjalan, mereka harus menghabiskan waktu selama berjam-jam lamanya.

Untuk mempersingkat waktu, para nakes harus menggunakan perahu kecil untuk sampai ke rumah penduduk. Sayangnya, Do Ji Ui gak punya kendaraan bermotor untuk memudahkannya pergi ke berbagai tempat di pulau tersebut.

5. Minimnya tenaga ahli

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sebelum Do Ji Ui pindah, puskesmas mereka hanya mempunyai seorang dokter umum, seorang dokter akupuntur, dan 2 orang perawat. Mereka gak bisa melakukan tindakan operasi besar dan darurat di puskesmas karena keterbatasan tenaga ahli. Sekalipun tempatnya kecil, puskesmas ini sangat ramai di jam kerja, lho.

Datangnya Do Ji Ui dianggap sebagai sebuah kesempatan baru dalam operasional puskesmas di drakor Doctor on the Edge. Menurutmu, tantangan apa lagi yang akan dihadapi para nakes di pulau kecil ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More