Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Memahami Orang ala Byeon Eun A di We Are All Trying Here
Cuplikan drakor We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Byeon Eun A (Go Youn Jung) adalah seorang pekerja sineas yang dianggap punya kinerja sangat baik di drakor We Are All Trying Here (2026). Sayangnya, dia gak punya banyak teman dan kerap bergesekan dengan rekan kerja lainnya. Bagi mereka, kinerja Byeon Eun A semakin menurun setahun belakangan.

Namun, bukannya mendapatkan dukungan, Byeon Eun A malah kerap dicecar atasannya  di depan rekan kerjanya. Baginya, masalah ini jelas gak membuatnya tertekan dan ingin keluar dari perusahaan. Menurut pemahamannya, atasan dan seluruh rekan kerjanya hanya cemburu dan merasa takut karena para sutradara ternama langsung meminta pendapatnya tanpa ada izin dari atasannya.

Dengan kondisi ini, Byeon Eun A jelas berusaha keras dalam memahami orang lain, lho. Lalu, apa saja tips memahami orang ala Byeon Eun A di drakor We Are All Trying Here?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Gak menunjukkan keberpihakan

Cuplikan drakor We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Setelah bergabung di Choi Films, Byeon Eun A dikenal sebagai karyawan teladan dan populer bagi sutradara. Dia gak pandai menyembunyikan kritikannya sekalipun dinilai sangat keras dan kerap membuat sakit hati. Kemampuannya ini dimanfaatkan oleh atasannya, Choi Dong Hyeon (Choi Won Young), menghadapi beberapa sutradara anti kritik dan keras kepala.

Awalnya, banyak rekan kerjanya berusaha mendekatkan diri demi mendapatkan keuntungan. Sayangnya, Byeon Eun A bukan sosok yang mudah didekati dan pemilih terhadap relasinya. Makanya, ketika dirinya menjadi sasaran kemarahan, Byeon Eun A seakan bisa memahami jika hanya beberapa orang yang menunjukkan ketulusannya.

2. Berusaha jadi pendengar yang baik

Cuplikan drakor We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Sepanjang hidupnya, Byeon Eun A hanya jadi seorang pendengar. Dia menjadi saksi pertengkaran ayah dan ibunya. Ketakutannya terus berlanjut hingga kedua orangtuanya berpisah dan meninggalkannya sendirian.

Sejak saat itu, Byeon Eun A berusaha untuk jadi pendengar. Dia gak akan berpendapat jika gak diminta dan gak disinggung. Sayangnya, dia juga manusia biasa yang bisa membela orang lain ketika mereka dijadikan topik pembicaraan dengan bahasan yang cukup menyakitkan. Makanya, dia bisa bercengkrama dengan Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) yang sangat suka berbicara.

3. Menyadari dan memaklumi perasaan orang lain

Cuplikan drakor We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Sejak kecil, Byeon Eun A berusaha keras untuk menekan perasaannya dan memperhatikan orang di sekelilingnya. Dia bisa sangat perhatian dengan orang yang dianggapnya sangat penting. Setelah bekerja di Choi Film, Byeon Eun A punya mimpi jadi salah satu orang yang diapresiasi dalam pertumbuhan sutradara baru.

Ketika bertemu dengan Hwang Dong Man, Byeon Eun A sadar jika dirinya posisinya di kalangan teman-temannya. Sekalipun orang lain menganggap Hwang Dong Man menyebalkan, Byeon Eun A malah merasa jika Dong Man hanya ketakutan.

4. Gak menghakimi perasaan orang lain

Cuplikan drakor We All Are Trying Here (instagram.com/jtbcdrama)

Cara Byeon Eun A memahami orang cukup unik. Dia bisa dengan mudah menebak perasaan orang hanya dalam sekali lihat. Baginya, semua orang mengalami kesulitan sepertinya dan butuh bertahan hidup.

Makanya, Byeon Eun A gak pernah menyerang orang lain sekalipun menyebalkan baginya. Dia hanya butuh satu titik puncak kekesalan untuk bisa menyerang orang itu. Pada akhirnya, Choi Dong Hyeon menjadi orang pertama yang membuat Byeon Eun A kesal karena terus mendesaknya tanpa ada alasan yang masuk akal. Menurutmu, apa tips dari Byeon Eun A ini mustahil untuk diterapkan di dunia nyata?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team