6 Aktor Korea Ini Lulusan Sekolah Khusus Laki-laki, Ada Lee Min Ho

- Enam aktor Korea seperti Lee Min Ho, Song Joong Ki, dan Yeo Jin Goo ternyata lulusan sekolah khusus laki-laki yang membentuk pengalaman sosial mereka selama remaja.
- Mereka mengaku sulit berinteraksi dengan perempuan saat sekolah, sehingga banyak yang belum pernah pacaran atau merasa kurang populer di masa itu.
- Setelah masuk universitas, beberapa aktor seperti Go Kyung Pyo dan Jung Hae In baru mulai terbiasa bergaul dengan perempuan serta lebih memperhatikan penampilan diri.
Sekolah khusus laki-laki pernah jadi tempat beberapa aktor Korea Selatan menempuh pendidikan. Mereka pun hanya bisa bergaul dengan siswa pria. Mereka tidak terbiasa berinteraksi dengan perempuan pada masa remajanya.
Nah, berikut deretan aktor Korea yang pernah menceritakan pengalamannya sebagai siswa sekolah khusus laki-laki. Pada masa sekolah itu, mereka mengaku sulit mendapat popularitas dan susah menjalani kisah cinta yang manis dengan lawan jenisnya. Yuk, simak!
1. Yeo Jin Goo

Di program Happy Together pada 2015, Yeo Jin Goo mengaku belum pernah berpacaran seumur hidupnya. Pasalnya, dia bersekolah di SMA khusus laki-laki. Dia menjelaskan, “Bukannya aku belum pernah menyukai seseorang. Hanya saja, lingkungan seperti itu (masa sekolah) membuatku susah untuk berkencan.”
2. Lee Min Ho

Di program Entertainment Weekly pada 2015, Lee Min Ho ditanyai tentang mata pelajaran yang membuatnya tertarik pada masa sekolah. Ia menjawab, perempuan. Namun, dia segera mengaku hanya bercanda. Sebab, dirinya bersekolah di SMA khusus laki-laki. Makanya, dia pun suka nongkrong dengan teman laki-lakinya saja.
3. Song Joong Ki

Dalam sebuah konferensi pers pada 2022, Song Joong Ki mengaku bersekolah di SMP dan SMA khusus laki-laki. Makanya, dia hanya sering bertemu dengan pria selama masa remajanya. Ia baru sering bertemu perempuan saat kuliah. Makanya, dia bahagia menjalani masa universitasnya.
Song Joong Ki pun kembali mengingat masa sekolahnya karena ditanyai tentang kesamaan kehidupan sekolahnya dengan tokoh Do Joon yang diperankannya di Reborn Rich (2022). Lantas, dia mengatakan, “Semuanya (para siswa di sekolahnya) laki-laki. Jadi aku tidak tahu tentang reputasiku. Aku hanya orang biasa, salah satu dari mereka, tipe siswa yang normal dan pendiam, kurasa.”
4. Go Kyung Pyo

Melalui konten YouTube pada 2025, Go Kyung Pyo mengenang perasaannya sebagai lulusan siswa sekolah khusus laki-laki yang memasuki perguruan tinggi. Ia mengatakan, “Aku sangat senang bisa menghadiri kuliah bersama perempuan untuk pertama kalinya. Aroma sampo di ruang kuliah adalah sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya.”
Walaupun begitu, Go Kyung Pyo tidak pernah menyelesaikan masa kuliahnya. Ia mengakui dirinya bukan lulusan perguruan tinggi. Ia menyatakan, “Kukira universitas hanya akan penuh kesenangan dan permainan. Mungkin itu sebabnya aku tidak pernah lulus.”
5. Kang Tae Oh

Dilansir SBS Star, Kang Tae Oh pernah mengklaim dirinya tak populer dalam sebuah wawancara. Ia menilai, itu terjadi karena dirinya menempuh pendidikan di sekolah khusus laki-laki. Meski begitu, dia pernah mendengar bahwa banyak orang membicarakan tentang dirinya.
Kang Tae Oh pun mengingat, dirinya kerap diajak berkencan. Beberapa orang bahkan datang ke sekolahnya hanya untuk melihatnya. Ia merasa senang dengan kenyataan itu. Namun, dia merasa dirinya tidak tinggi sewaktu SMP. Makanya, dia tak merasa dirinya populer.
6. Jung Hae In

Di program LP Room pada 2025, Jung Hae In mengklaim dirinya tidak populer sewaktu masih sekolah. Pasalnya, dia menjalani SMP dan SMA di sekolah khusus laki-laki. Ditambah lagi, dia baru mencoba lebih memprioritaskan penampilan fisiknya saat masuk perguruan tinggi.
Jung Hae In menyadari, bahwa dirinya berbaur dengan laki-laki dan perempuan sewaktu kuliah. Pada masa itulah, dia mulai merasa perlu lebih memperhatikan dirinya sendiri. Ia pun mencoba menurunkan berat badan dan lebih memperhatikan apa yang dikenakan olehnya.
Aktor Korea di atas menghargai masa sekolahnya dengan baik. Hanya saja, menjalani pendidikan di sekolah khusus laki-laki tidak memungkinkan mereka untuk lebih dikenal di kalangan perempuan. Apalagi, mereka memang jadi jarang berteman dengan perempuan.


















