- Chen: klaim deposit rumah sewa
- Baekhyun: apartemen di Acheon-dong, Guri, Gyeonggi (dibeli Oktober 2023)
- Xiumin: apartemen di Hannam-dong, Yongsan, Seoul (baru saja selesai proses balik nama pada 9 Januari 2026)
SM Dikabarkan Telah Ajukan Sita Aset Chen, Baekhyun, dan Xiumin

- SM Entertainment dikabarkan sita aset EXO-CBX secara besar-besaran
- Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan klaim sebesar 10% dari pendapatan kegiatan individu mereka, sesuai kesepakatan yang dibuat pada Juni 2023 lalu.
- Jumlah klaim yang diajukan SM Entertainment mencapai 26 miliar won
Sengketa yang melibatkan SM Entertainment dan EXO-CBX, yakni Chen, Baekhyun, dan Xiumin, semakin memanas. Pada Rabu (11/2/2026), Biz Hankook melaporkan bahwa SM Entertainment telah menyita aset pribadi ketiga artis tersebut secara besar-besaran.
Gak tanggung-tanggung, jumlah klaim yang diajukan oleh SM Entertainment terhadap EXO-CBX dalam penyitaan ini mencapai angka fantastis 26 miliar won atau sekitar Rp300 miliar.
Table of Content
1. SM Entertainment dikabarkan sita aset EXO-CBX secara besar-besaran

SM Entertainment dikabarkan telah menyita aset Chen, Baekhyun, dan Xiumin. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan klaim sebesar 10% dari pendapatan kegiatan individu mereka, sesuai kesepakatan yang dibuat pada Juni 2023 lalu.
Penyitaan aset ini merupakan tindakan hukum untuk mencegah pihak lawan menjual atau mengalihkan aset sehingga uang yang harus dibayarkan tidak hilang. Biasanya digunakan jika ada risiko pihak yang berhutang menyembunyikan atau memindahkan asetnya.
2. Jumlah klaim yang diajukan SM Entertainment mencapai 26 miliar won

Menurut liputan Biz Hankook, berikut daftar aset EXO-CBX yang telah disita oleh SM Entertainment pada 9 dan 10 Februari 2026.
Jumlah klaim yang diajukan SM Entertainment terhadap EXO-CBX dalam penyitaan ini pun mencapai angka fantastis senilai 26 miliar won atau sekitar Rp300 miliar, dengan rincian, Chen sebesar 3 miliar won, Baekhyun sebesar 16 miliar won, dan Xiumin sebesar 7 miliar won.
3. Awal mula sengketa SM Entertainment vs EXO-CBX

Sengketa antara agensi dan ketiga artisnya ini bermula pada Juni 2023 lalu, ketika EXO-CBX menuntut pemutusan kontrak eksklusif terhadap SM Entertainment dengan alasan bahwa mereka tidak menerima data perhitungan pendapatan secara benar dan masa kontrak yang dianggap tidak adil.
Awalnya, kedua belah pihak sempat mencapai kesepakatan bahwa aktivitas grup EXO tetap di bawah SM Entertainment, sementara aktivitas individu dilakukan melalui agensi terpisah INB100, dengan ketentuan membayar 10% dari pendapatan individu kepada SM Entertainment .
Namun, sengketa kembali memanas pada Juni 2024. Saat itu, EXO-CBX menuding SM Entertainment tidak menepati kesepakatan. EXO-CBX menyatakan bahwa SM gagal memenuhi janji untuk menjamin biaya distribusi rekaman dan musik sebesar 5,5% untuk agensi independen INB100, sehingga mereka menolak membayar royalti 10% dari pendapatan individu.
Sebagai respons, SM Entertainment kemudian mengajukan gugatan pelaksanaan kontrak eksklusif terhadap EXO-CBX. Di sisi lain, EXO-CBX sempat menuding eksekutif SM melakukan penipuan terkait janji biaya distribusi sebesar 5,5% dan melaporkannya. Namun, kasus tersebut akhirnya dihentikan karena bukti tidak mencukupi.


















