Carmen Hearts2Hearts pakai kebaya Bali (dok. Weverse/Hearts2Hearts)
Di balik pujian yang diterimanya sekarang, ada masa trainee yang gak mudah untuk dilalui. Menjadi trainee di agensi besar seperti SM Entertainment tentu bukan perkara mudah.
Carmen harus mengembangkan kemampuan menyanyi dan menari sekaligus mengejar ketertinggalannya dalam berbahasa Korea. Kondisi tersebut membuatnya merasa harus berlatih lebih keras dibandingkan trainee lainnya.
Sambil tetap tersenyum, Carmen bercerita bahwa dirinya sempat kesulitan berkomunikasi dengan trainee lain maupun para member karena belum memahami bahasa Korea. Ketika orang-orang di sekitarnya memberikan arahan, ia gak selalu mengerti apa yang harus dilakukan. Di saat bersamaan, kemampuan menari dan menyanyi trainee lain juga membuatnya merasa minder.
“Dan aku merasa sedih karena awalnya aku gak bisa berbicara bahasa Korea. Awalnya, sulit bagiku untuk berkomunikasi dengan trainee lain maupun para member. Mereka bilang, ‘Oh, kamu harus melakukan ini, kamu harus melakukan itu,’ tetapi aku gak mengerti apa yang mereka katakan. Itulah yang membuat semuanya terasa sulit bagiku. Mereka benar-benar punya kemampuan menari dan menyanyi yang sangat bagus. Aku jadi merasa gak percaya diri, seperti, ‘Ya Tuhan, apa aku bisa melakukan ini?’ Aku juga berpikir seperti itu. Karena itulah, menurutku, selama masa training, aku benar-benar berlatih jauh lebih keras dibandingkan trainee lainnya,” ujar Carmen.
Keinginan untuk mengejar ketertinggalan membuat Carmen menghabiskan banyak waktu untuk berlatih. Bahkan, ia datang ke agensi jauh lebih awal daripada jadwal yang seharusnya.
Perjuangannya gak berhenti ketika trainee lain mulai beraktivitas, sebab Carmen bisa terus berlatih hingga dini hari. Carmen dan Stella lalu sempat membahas bagaimana jadwal berangkat latihan sebenarnya dimulai sekita 09.30 hingga 11.00, tetapi ia selalu berangkat lebih awal.
“Dari pukul 7 pagi sampai pukul 4 pagi. Aku benar-benar naik bus sendirian, pergi ke sana naik bus, lalu pulang dan kembali lagi ke agensi. Aku melakukan itu setiap hari sampai akhirnya aku merasa sangat stres,” tuturnya.