Jakarta, IDN Times - Fansign Hearts2Hearts di Jakarta dipastikan ditunda. Keputusan tersebut diambil imbas kondisi abu vulkanik yang mengganggu penerbangan menuju Indonesia. NY Music selaku pihak penyelenggara pun menyampaikan pengumuman pada Senin (7/9/2026).
"Saat ini, aktivitas vulkanik masih berlangsung dan kondisi tersebut berdampak pada gangguanmaupun pembataldn, sehingga peridlananarfis menuiupsakariatidak dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," tulis NT Music dalam pernyataannya.
Pihak penyelenggara juga menyebut telah berupaya mencari solusi agar acara tetap berjalan. Namun, setelah berkoordinasi dengan pihak artis dan mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak, fansign yang seharusnya digelar pada 8 September akhirnya ditunda.
"Kami telah berupaya mencari solusi terbaik agar acara tetap dapat berjalan sesuai rencana dan terus berkoordinasi dengan pihak artis serta tim terkait. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi penerbangan yang masih belum dapat dipastikan serta demi keselamatan artis dan seluruh peserta, dengan berat hati kami memutuskan untuk menunda acara yang semula dijadwalkan pada 8 September 2026."
Fansign tersebut merupakan agenda promosi mini album kedua Hearts2Hearts, Lemon Tang. Acara awalnya dijadwalkan berlangsung di Lotte Mall Jakarta dan mencakup fansign serta 1:1 Photo Event. Pihak penyelenggara pun akan segera memberikan informasi terkait jadwal baru setelah adanya kepastian dan keamanan.
"Kami memahami bahwa banyak dari kalian telah menantikan acara ini dan mungkin telah melakukan berbagai persiapan. Kami memohon maaf atas pemberitahuan yang cukup mendadak ini serta atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan," tutup pihak penyelenggara.
Sebelumnya, Hearts2Hearts juga dijadwalkan tampil sebagai international guest star dalam Siap-Siap Indonesian Television Awards 2026 pada Senin (7/9/2026). Namun, acara tersebut turut dibatalkan karena dampak abu vulkanik yang menyebabkan gangguan penerbangan dan penutupan bandara. Adapun Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup sementara sejak 6 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang membahayakan keselamatan penerbangan.
