5 Hal yang Umum di Industri KPop, tapi Sering Jadi Perdebatan Fans

- Artikel menjelaskan bahwa kemiripan dalam judul lagu, konsep, hingga koreografi di industri KPop adalah hal umum dan bukan selalu bentuk peniruan antar grup atau idol.
- Disebutkan pula bahwa julukan serta outfit yang mirip sering memicu perdebatan antar fandom, padahal keduanya tidak memiliki hak eksklusif dan bisa digunakan oleh siapa pun.
- Penulis menekankan pentingnya sikap bijak bagi fans agar tidak mudah terpancing drama atau tuduhan plagiat atas kemiripan kecil yang wajar terjadi di dunia KPop.
Grup KPop saat ini jumlahnya ada banyak sekali. Walaupun mayoritas orang tahunya hanya grup-grup besutan agensi besar saja, faktanya masih ada pula grup-grup lain yang didebutkan oleh agensi menengah hingga kecil, sejak generasi awal KPop sampai sekarang. Karena itu, lumrah sekali jika dalam beberapa situasi muncul kemiripan, entah dari konsep, gaya berpakaian, hingga arah musik yang mereka bawakan.
Namun, tak semua fans bisa santai menanggapi hal seperti ini. Kadang hanya karena masalah sepele, langsung muncul diskusi panas bahkan keributan di kalangan fandom yang saling lempar opini. Padahal, banyak dari hal tersebut sebenarnya umum terjadi di industri KPop. Nah, supaya gak gampang terpancing dan ikut-ikutan debat yang gak ada habisnya, yuk, simak beberapa hal yang sebenarnya wajar di dunia KPop berikut ini!
1. Judul lagu yang sama persis

Sebenarnya, ada banyak judul lagu yang sama persis seperti baru-baru ini, “Ice Cream” milik Yuna ITZY yang aslinya sudah jadi judul umum dan dipakai dalam banyak lagu KPop lainnya. Mulai dari BLACKPINK, TWICE, hingga Somi, semuanya punya lagu berjudul "Ice Cream" dalam diskografi mereka. Lagu “GO!” milik BLACKPINK juga turut memiliki judul serupa dengan "GO" dari CORTIS. Namun, ada kalanya muncul perdebatan, seperti kasus lagu “HARD” milik NEXZ yang dinilai sebagian orang mirip dengan “HARD” dari SHINee, baik dari segi judul maupun penggunaan warna merah pada desain font-nya.
Walaupun ada banyak judul lagu yang sama di industri musik, tapi di kalangan fans KPop, kadang hal ini bisa sampai memicu perdebatan, entah membanding-bandingkan lagu mana yang lebih baik, sampai menuduh artis atau idol tertentu mencoba meniru judul rilisan penyanyi sebelumnya yang telah memakai judul yang sama. Padahal, judul lagu adalah hal yang gak bisa diganggu gugat dan pastinya sudah direncanakan serta dipilih dengan baik oleh tim kreatif di baliknya, tanpa maksud meniru atau plagiat dari karya sebelumnya.
Akan tetapi, ada saja fans yang khawatir manakala rilisan lagu terbaru dengan judul sama, bakal overshadow atau menutupi karya idola favorit mereka yang sudah lama rilis. Padahal, setiap pendengar musik pasti tetap bisa membedakan sebuah lagu meskipun judulnya sama. Lagi pula, keyword yang dimasukkan ke pencarian internet atau platform video, seperti YouTube dan TikTok, bisa disesuaikan sendiri agar yang muncul hanya dari grup atau idola kesukaan saja.
2. Konsep atau genre lagu yang diusung

Ada beberapa grup yang memang cukup melekat dengan branding tertentu hingga bikin orang langsung “ngeh” dengan grup tersebut. Sebagian orang juga beranggapan kalau konsep itu sangat luas dan seharusnya tidak mudah terlihat mirip. Padahal, kenyataannya konsep di dunia KPop sebenarnya berputar di spektrum yang itu-itu saja, seperti boyhood, cute feminine, girl crush, strong, atau sexy. Yang membedakan biasanya hanya variasi kecil atau paduannya, misalnya ditambah sentuhan fantasi, futuristik, monokrom, Y2K, dan lain-lain yang bikin terasa beda di permukaan.
Namun, meski konsep dasarnya sebenarnya tidak jauh-jauh dari pola yang sama, kadang hanya karena detail kecil seperti tone warna, potongan adegan di MV, atau elemen visual tertentu, beberapa fans langsung menyadari dan mulai membesar-besarkan masalah. Contohnya, seperti MV debut NMIXX “O.O” yang sempat dianggap meniru beberapa scene dari video klip dan konten milik ATEEZ. Padahal kalau diperhatikan, yang mirip hanya elemen umum, macam objek atau angle kameranya saja, bukan lore alias alur ceritanya secara keseluruhan.
Tak hanya soal konsep, genre lagu, vibes lagu, atau bahkan part-part kecil yang mirip dalam lagu, kadang juga bisa jadi diskusi besar dan menimbulkan pro-kontra. Padahal, secara struktur musik, semua lagu di dunia ini memang punya pola yang terbatas, hanya dimodifikasi lewat tempo, beat, dan aransemen khusus. Karena itu, wajar kalau kadang ada sebagian rilisan yang terdengar serupa. Tapi tetap saja, ada fans yang berpikiran kalau kemiripan sebuah lagu, meski hanya dalam porsi kecil, tetaplah dianggap peniruan. Padahal, bisa jadi itu hanya kebetulan yang memang sulit dihindari di industri musik, termasuk KPop.
3. Koreografi yang mirip meski hanya sekilas saja

Kamu mungkin berdalih bahwa pihak koreografer mestinya bisa menciptakan gerakan spesifik tertentu dan tak meng-copy gerakan idol atau grup KPop lain yang pernah menggunakannya. Tapi, ya, kesamaan yang muncul dalam part koreografi tertentu tak selalu bisa diantisipasi atau dihindari.
Sesekali juga ada kasus spesial di mana memang sedang berlangsung tren koreografi, seperti yang cukup populer ialah gerakan twerk atau goyangan pinggul yang mulai naik lagi berkat dibawakan oleh girl group, macam KISS OF LIFE dan LE SSERAFIM. Karena trennya terus menunjukkan peningkatan positif, wajar kalau banyak girl group lain muncul dengan gerakan dance serupa, meski pastinya sudah dimodifikasi dengan ciri khas masing-masing agar tidak terlihat meniru secara mentah.
Hanya saja, seringnya di kalangan penggemar KPop, cuma karena satu atau dua gerakan kecil yang terlihat sama, justru langsung dianggap masalah besar. Bahkan, grup yang membawakan justru jadi sasaran hujatan. Padahal, mayoritas idol atau grup KPop tidak terlibat langsung dalam pembuatan koreografi karena ada pihak khusus di belakang layar yang mengerjakannya. Jadi, kalaupun ingin mengkritik, seharusnya diarahkan ke tim kreatifnya, bukan malah menyerang idol yang hanya menampilkan apa yang sudah disiapkan untuk mereka.
4. Julukan idol tertentu

Ada banyak julukan yang sebenarnya terdengar cukup umum, macam golden voice, siren voice, fake maknae, giant maknae, cutie sexy, 4D, dan masih banyak lagi julukan spesifik lainnya yang sering dipakai di dunia KPop. Namun, gak jarang julukan-julukan ini seolah “dipatenkan” oleh fandom tertentu, seakan-akan idol lain gak boleh memilikinya atau disandingkan dengan sebutan yang sama.
Hal seperti ini juga cukup sering memicu kegaduhan di media sosial, bahkan sampai jadi perdebatan serius antar penggemar. Padahal, pada dasarnya julukan, bahkan yang spesifik khusus untuk idol tertentu saja, bukanlah istilah yang punya hak cipta dan hanya bisa dimonopoli satu pihak saja. Banyak julukan muncul secara alami dari karakter atau citra idol yang memang mirip satu sama lain.
Lagi pula, siapa pun berhak melabeli atau memberi nickname spesial buat idola atau biasnya, biarpun julukan tersebut sudah pernah dipakai oleh idol lain sebelumnya. Jadi, gak perlu heran atau langsung emosi kalau menemukan fans lain yang menggunakan julukan yang sama. Toh, figur, bakat, maupun personaliti seorang idol, kadang memang bisa mirip satu sama lain hingga membuat mereka layak mendapat panggilan atau julukan yang sama.
5. Kesamaan outfit atau kostum yang digunakan para idol KPop

Entah outfit di MV, saat tampil di panggung music show, event offline, hingga pemotretan, semua bisa jadi bahan perbandingan. Sampai-sampai, idol yang kedapatan memakai outfit yang cukup mirip atau bahkan sama persis dengan gaya idol lain yang pernah memakainya duluan, langsung dicap plagiarisme atau dibilang sekadar “X wannabe”, seakan mencoba menyamai image atau penampilan idola tertentu.
Padahal, walaupun memang ada outfit kustom yang eksklusif dihadirkan untuk idol A atau B, kenyataannya masih banyak outfit dari brand atau desainer yang sifatnya umum dan bisa dipakai siapa saja. Hanya karena satu idol terlihat ikonik saat memakainya, bukan berarti yang lain jadi gak boleh ikutan pakai. Daripada menghujat atau berkoar-koar soal tiru-meniru, mengapa gak coba melihatnya dari sisi lain? Mungkin sebenarnya idol-mu adalah trendsetter sampai-sampai gaya berpakaian atau kostum yang mereka kenakan, menginspirasi stylist lain untuk menghadirkan vibe serupa pada idol yang mereka tangani.
Ada cukup banyak kesamaan yang kadang muncul di industri KPop seperti berbagai contoh di atas. Sudah seharusnya, sebagai fans kita bisa menyikapinya dengan lebih bijak dan benar-benar kritis dalam memilah, mana yang memang layak didiskusikan karena alasan plagiarisme, dan mana yang sebenarnya cuma kemiripan kecil yang tidak terlalu eksklusif dimiliki grup atau idol tertentu.
Hal sepele di dunia KPop sebenarnya gak perlu lagi dibesar-besarkan sampai jadi bahan perdebatan atau adu mulut yang berkepanjangan. Lagi pula, menikmati karya idola dengan nyaman tanpa drama yang gak perlu juga bikin pengalaman jadi fangirling atau fanboying terasa jauh lebih menyenangkan.






![[QUIZ] Jawab Soal Cerita Ini, Biar Tahu Kamu Mirip Siapa di Yumi's Cell 3!](https://image.idntimes.com/post/20260504/upload_1d82257fba4f09c7b9cc2af9d7f57eb1_c4af3750-d25e-4db5-a8f8-c2d3d33ff213.jpg)











