Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Idol KPop Cewek yang Merasa Jadi Beban untuk Orangtuanya, Kenapa?
Kwon Eunbi (instagram.com/silver_rain._)
  • Choi Yena merasa bersalah saat kecil karena biaya pengobatan kanker limfoma membuat orangtuanya berjualan kimbap untuk membayar tagihan rumah sakit.

  • Kwon Eunbi menanggung rasa bersalah karena lama menerima uang saku selama masa pelatihan dan debut yang tertunda, sebelum akhirnya dapat membelikan mobil bagi orangtuanya.

  • Yujeong eks Brave Girls merasa menjadi beban ketika belum berpenghasilan sebagai idol; anggota grup sempat bekerja paruh waktu hingga popularitas mereka membawa gaji.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membebani orangtua saat belum mampu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, telah membuat sederet idol KPop ini merasa bersalah. Mereka tak tega melihat orangtuanya terus bekerja keras untuknya. Padahal, orangtuanya tidak protes atas situasinya.

Nah, berikut deretan idol KPop cewek yang tidak tega melihat ayah dan ibunya berusaha sangat keras demi dirinya. Mereka merasa telah menjadi beban bagi keluarga. Mereka pun bertekad untuk segera sukses dan membalas budi orangtuanya yang selalu berjuang untuknya. Yuk, simak!

1. Choi Yena

Yena (instagram.com/yena.jigumina)

Di program Love Against Time pada Agustus 2026, terungkap bahwa Yena pernah melawan kanker limfoma saat masih kecil. Makanya, ia bersimpati dengan situasi orang bernama Kim Seon Ho yang menderita kanker stadium empat. Sebab, Yena juga merasa iba melihat orangtua dan keluarganya bersedih.

Choi Yena menjelaskan sambil menangis, “Aku merasa dirikulah yang harus disalahkan. Aku ingat orangtuaku pernah menjual kimbap untuk membayar tagihan rumah sakit. Sebab, biaya pengobatannya sangat tinggi.”

Lebih lanjut di program The Manager pada September 2026, Choi Yena mengaku bertekad untuk sukses demi membalas budi orangtuanya. Ia telah bekerja keras, sampai berhasil membelikan rumah dan mobil baru untuk ibunya. Ia juga ingin mengganti mobil ayahnya. Ia menyadari, orangtuanya bahagia berkat kebaikannya ini.

2. Kwon Eunbi

Kwon Eunbi (instagram.com/silver_rain._)

Melalui Heollbyeong pada 2025, Kwon Eunbi mengatakan, ia menjalani pelatihan dalam jangka waktu panjang. Ia pernah debut sekali, tetapi momen itu tak berjalan dengan baik. Ia pun berlatih lagi selama sekitar empat tahun sebelum debut lagi. Proses panjang ini membuatnya merasa bersalah pada orangtuanya.

Pasalnya, Eunbi harus menerima uang saku dari orangtuanya jauh lebih lama dari yang diharapkan. Ia mulai menghasilkan uang saat IZ*ONE hampir bubar. Ia akhirnya mampu membeli mobil untuk orangtuanya yang telah jadi prioritasnya. Setelah makin populer sebagai solois, barulah ia bisa membeli rumah untuk dirinya sendiri.

3. Yujeong eks Brave Girls

Yujeong Brave Girls (instagram.com/braveg_yj)

Di The Demonstration Museum pada 2021, Yujeong mengaku sempat kesulitan saat menyadari teman-temannya mulai mendapat pekerjaan atau bersiap untuk menikah. Sebab, ia masih berusaha mengejar mimpi yang dimilikinya sejak kuliah. Ia merasa bak beban bagi orangtuanya. Inferiority complex yang melandanya pun makin parah.

Yujeong pun mengungkap, para member Brave Girls bekerja paruh waktu karena tak menghasilkan uang selama jadi idol. Namun, mereka tetap bertahan karena sangat ingin tampil, terlepas dari keuntungan finansial yang diperoleh. Untunglah, kerja keras mereka terbayar saat Brave Girls jadi populer di kalangan publik. Para member juga sudah berhasil menerima gaji usai sukses.

Idol KPop di atas merasa bersalah karena menganggap dirinya telah membebani orangtuanya. Hanya saja, mereka juga jadi termotivasi untuk segera sukses. Dengan begitu, mereka tidak lagi membebani finansial orangtua dan memberikan banyak hal untuk keluarganya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article