4 Idol KPop Cowok Diduga Pilih Kasih pada Fans, Terbaru Gunwook ZB1

- Park Gunwook ZB1 dituding manipulasi undian fan event demi menguntungkan penggemar tertentu dan menuai kritik karena permintaan maafnya dianggap tidak transparan.
- Harua &TEAM dikritik setelah pernyataannya di wawancara dinilai lebih memihak fans Jepang daripada Korea, hingga ia meminta maaf lewat Weverse.
- Park Jihoon dan Mingyu SEVENTEEN juga terseret isu pilih kasih terhadap fans, memicu perdebatan soal keadilan perlakuan idol kepada penggemar di berbagai negara.
Idol KPop dituntut untuk selalu memperlakukan penggemarnya secara adil. Sebab, perlakuan istimewa terhadap fans tertentu bisa membuat penggemar lain merasa tak dihargai. Apalagi, jika sikap pilih kasih itu sampai mencapai tahap manipulasi.
Baru-baru ini, Park Gunwook ZEROBASEONE dituding pilih kasih pada penggemarnya dengan melakukan manipulasi undian. Dia diduga sengaja memberi keuntungan pada fans yang bukan pemenang undian aslinya. Selain Gunwook, banyak idol KPop lain yang dituding melakukan pilih kasih pada fansnya. Yuk, simak!
1. Park Gunwook ZEROBASEONE

Park Gunwook dituding mengistimewakan salah satu penggemarnya dengan melakukan manipulasi undian dalam sebuah fan event baru-baru ini. Selama acara itu, para member ZEROBASEONE berpartisipasi dalam undian untuk memilih fans yang akan menerima hadiah polaroid tambahan.
Tiap member mengambil kertas berisi angka dan mengumumkannya secara lantang. Ketika giliran Gunwook, ia mengambil selembar kertas dan menyatakan bahwa angka 10 memenangkan undian. Namun, foto dan video yang beredar menunjukkan bahwa angka di kertas sebenarnya 6.
Sebagai akibatnya, Gunwook dituding sengaja menguntungkan penggemar tertentu. Ia pun meminta maaf dua kali pada fans. Namun, dia kembali dikritik karena dia tidak menyebutkan masalah sebenarnya dalam permintaan maafnya yang ambigu. Dia hanya mengungkap bahwa dia bersalah karena tidak bersikap dewasa, tanpa menjabarkan kesalahannya secara terang-terangan.
2. Harua &TEAM

Dalam wawancara dengan majalah Nikkei Entertainment pada Februari 2026, para member &TEAM mengungkap pemikiran dan reaksinya terhadap debut mereka di Korea Selatan dengan mini album Back to Life. Masalahnya, pernyataan Harua disebut tidak menghargai penggemar Korea. Ia dinilai hanya mementingkan fans Jepang.
Dalam wawancara itu, Harua menyatakan, “Saat itu kami (grupnya) mulai melihat hasil yang bagus di Jepang, jadi aku ingin terus bekerja keras dan menargetkan yang lebih tinggi. Jadi tiba-tiba, ketika kami diberi tahu bahwa tahap promosi selanjutnya adalah Korea, ada beberapa hal yang tidak kumengerti (dari keputusan itu).”
Harua juga menambahkan, “Ketika debut kami di Korea diputuskan, banyak fans kami menyemangati kami dan mengantar kami, serta berpesan agar kami menjaga diri dengan baik-baik. Berkat dukungan dan harapan mereka agar kami sukses di Korea, rasanya seperti kami memulai usaha baru sambil menyimpan pengalaman dan aktivitas kami di Jepang di lubuk hati kami. Karena dukungan para fans, kami mampu menghadapi tantangan ini.”
Setelah ungkapannya itu jadi kontroversi, Harua meminta maaf lewat Weverse. Ia menyadari, beberapa fans tersinggung dengan pengakuannya dalam wawancara itu. Ia mengaku merasa khawatir dengan tekanan yang bisa menyertai saat mendengar bahwa grupnya akan debut di Korea. Ia tak bisa mengatur pikirannya yang kacau itu, sehingga dia mengatakan hal yang membuatnya terkesan tak menganggap serius debutnya di Korea. Ia minta maaf atas kesalahannya itu.
3. Park Jihoon

Park Jihoon diduga pilih kasih karena unggahan seorang perempuan dari konser baru-baru ini. Perempuan itu mengaku bisa menghadiri konser sang idol melalui tiket gratis yang diberikan oleh seorang kenalannya yang bekerja di industri hiburan. Selain itu, dia juga berkesempatan selfie bersama Jihoon di belakang panggung.
Tiket untuk tamu tertentu sebenarnya bukan hal aneh ataupun ilegal di industri hiburan. Namun, fans kecewa karena mereka berjuang melalui penjualan tiket yang kompetitif. Sementara itu, beberapa kursi diisi oleh undangan yang dibagikan pihak dari industri hiburan. Publik mengklaim, kursi untuk menonton konser harusnya hanya didapat oleh fans yang sudah membayar, bukan lewat jalur undangan.
Kontroversi kian membesar usai para fans melihat interaksi Jihoon dengan perempuan itu. Perempuan itu menyentuh wajah Jihoon. Perempuan itu juga mengklaim, Jihoon memberinya izin untuk berpose sedekat itu. Jadi, beberapa fans merasa tak adil. Mereka merasa Jihoon pilih kasih, karena beberapa fans yang membeli tiket secara resmi bahkan jarang mendapat kesempatan interaksi sedekat itu.
4. SEVENTEEN

Mingyu memicu kontroversi akibat tindakannya selama konser di Amerika Serikat pada 2025. Selama konser, seorang fans membawa papan bertuliskan permintaan agar Mingyu minum alkohol bersamanya. Ia menuruti permintaan itu dan menenggak alkohol dari fans.
Masalahnya, tindakan Mingyu bisa saja tidak aman bagi dirinya, karena tidak ada yang tahu apakah alkohol pemberian fans itu aman untuk dikonsumsi atau tidak. Selain itu, member SEVENTEEN lain juga diduga melakukan perlakuan istimewa hanya pada penggemar dari negara barat.
Sebelum rangkaian tur dunia Right Here di Asia Tenggara dimulai, agensi mengunggah pemberitahuan tentang etika yang perlu dipenuhi fans. Agensi melarang tindakan menguntit hingga memberi hadiah. Masalahnya, di konser negara-negara barat, para member tampak mau dipeluk dan menerima hadiah. Padahal, hal itu tidak diperbolehkan di negara mereka, Asia Tenggara. Makanya, banyak fans yang menuding SEVENTEEN rasis.
Meskipun begitu, banyak pula fans yang membela SEVENTEEN. Mereka bahkan menunjukkan momen saat Hoshi menerima hadiah dari konser di Filipina. Ditambah lagi, beberapa penggemar mengingatkan, SEVENTEEN telah bertahun-tahun tidak mengunjungi banyak negara barat. Hanya saja, mereka tak pernah angkat suara atas kontroversi ini.
Bagi beberapa penggemar, sikap idol KPop di atas sama sekali tidak adil. Mereka dituduh pilih kasih dengan hanya memberi perlakuan istimewa pada penggemar tertentu. Makanya, perlakuan mereka sempat jadi kontroversi dan diperdebatkan di kalangan fandom.

















