Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Idol KPop Cowok Ini Merasa Dicuci Otak oleh Agensinya, Kenapa?

3 Idol KPop Cowok Ini Merasa Dicuci Otak oleh Agensinya, Kenapa?
Jo Kwon (instagram.com/kwon_jo)
Intinya Sih
  • Jo Kwon 2AM mengaku pernah dicuci otak oleh JYP Entertainment hingga percaya larangan pacaran adalah hal wajar, baru sadar setelah usia 27 tahun saat mulai menjalin hubungan pertamanya.
  • C.A.P eks Teen Top menyoroti industri KPop yang makin keras, di mana agensi mencuci otak trainee agar patuh pada larangan dan mengorbankan kebebasan demi dianggap investasi berharga.
  • Taeseon eks TRCNG mengungkap kekerasan fisik dan verbal dari agensinya, dipukul serta diminta uang, hingga ia percaya perlakuan itu normal karena terus dicuci otak untuk menuruti perintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Berbagai hal yang merugikan kerap jadi dianggap wajar oleh idol KPop karena usaha cuci otak dari agensinya. Artinya, pihak agensi terus mengulangi pernyataan yang sama, sampai artisnya menganggapnya normal dan mematuhinya.

Wajar saja, jika idol KPop ini merasa pernah jadi korban brainwashing atau cuci otak dari pihak agensi. Sebab, mereka dipaksa terus menuruti kemauan agensi tanpa protes. Mereka baru sadar telah dicuci otak setelah beberapa lama. Yuk, simak!

1. Jo Kwon 2AM

Jo Kwon (instagram.com/kwon_jo)
Jo Kwon (instagram.com/kwon_jo)

Melalui konten dari kanal YouTube pada 2024, Jo Kwon mengakui bahwa memang ada larangan pacaran di JYP Entertainment. Ia ingat, bahwa dirinya jadi korban cuci otak oleh J.Y Park pada tahun pertama debutnya. Ia dilarang pacaran oleh pendiri agensinya itu.

Jo Kwon juga jadi merasa bahwa dirinya tak boleh pacaran setelah melewati banyaknya rintangan untuk bisa debut. Tanpa sadar, dia memasuki usia akhir 20-an. Ia menyadari, Sunye yang seagensi dengannya sudah menikah. Namun, dirinya malah baru menjalin hubungan asmara pertamanya pada usia 27 tahun. Dia merasa itu cukup terlambat.

2. C.A.P eks Teen Top

C.A.P eks Teen Top
C.A.P eks Teen Top (instagram.com/bangminsu1992)

Melalui sebuah video YouTube pada 2023, C.A.P mengakui bahwa industri KPop semakin memburuk saja. Sebab, mereka yang mempersiapkan diri untuk jadi idol KPop terus jadi korban cuci otak oleh agensi. Mereka jadi mematuhi larangan pacaran, merokok, dan bahkan tak boleh minum alkohol karena cuci otak itu.

C.A.P menyadari, agensi melakukan itu karena menganggap artisnya adalah sebuah investasi yang tak boleh gagal. Agensi menganggap, kebebasan artisnya akan membuat investasi mereka sia-sia. Ia sendiri ingat, bahwa tenaga fisiknya terkuras saat jadi trainee. Setelah debut, sisi emosionalnya lebih banyak dikorbankan.

C.A.P merasa, orang-orang yang tak pernah dia duga bahkan akan mengumpat dan melempari batu ke arahnya dengan dalih mengkhawatirkannya. Ia juga muak menghadapi pelecehan seksual dari penggemar. Sayangnya, mereka justru dituntut untuk memenuhi keinginan penggemar, tanpa memprioritaskan diri sendiri.

3. Taeseon eks TRCNG

Taeseon eks TRCNG (instagram.com/9.17st)
Taeseon eks TRCNG (instagram.com/9.17st)

Dalam konten di YouTube pada 2024, Taeseon mengaku jadi korban pelecehan verbal dan fisik dari pihak agensinya di masa lalu. Ia kerap dipukul dengan penyedot debu, pemukul bisbol, dan kain pel rusak yang justru tersedia di ruang latihan. Kadang, para trainee juga dimintai uang untuk membeli barang dan minuman.

Menurut Taeseon, orang yang bersikap demikian adalah CEO dan beberapa guru koreografi. Ia hanya berusaha memendam deritanya sendirian karena ingin debut sebagai idol. Bahkan, mereka yang berada di TS Entertainment mengatakan bahwa hal yang dialaminya itu wajar. Ia merasa dicuci otak untuk memercayai bahwa perlakuan buruk itu normal.

Idol KPop di atas dipaksa memercayai kemauan agensi sebagai kebenaran mutlak dan demi kebaikan mereka sendiri. Makanya, mereka merasa seolah sudah terjebak dalam proses cuci otak. Mereka kehilangan hal yang dianggapnya benar karena pernyataan berulang dari pihak agensi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us