6 Destinasi Wisata Museum di Mekkah: Napak Tilas Sejarah Islam

Menjalankan ibadah di Tanah Suci rasanya akan kurang lengkap jika tidak sekaligus menelusuri jejak perjuangan Rasulullah SAW dan sejarah peradaban Islam yang begitu megah. Kota Mekkah punya beberapa museum yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah peradaban Islam.
Mengunjungi museum-museum ini bukan sekadar aktivitas wisata biasa, melainkan cara terbaik untuk meningkatkan keimanan, sekaligus memahami bagaimana Islam berkembang dari masa ke masa.
Bagi kamu yang memiliki waktu luang di sela-sela jadwal ibadah, kamu bisa menyempatkan diri mengunjungi museum-museum di Mekkah ini. Yuk, intip beberapa rekomendasi museum di Mekkah yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu berikut!
Table of Content
1. Makkah Museum

Rekomendasi yang pertama adalah Makkah Museum. Museum ini menempati bangunan megah yang dulunya merupakan Istana Al-Zahir milik Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi modern. Pengunjung yang datang ke sini akan disajikan narasi sejarah yang komprehensif, mulai dari zaman pra-Islam hingga perkembangan Kota Mekkah di masa sekarang.
Setiap ruangan di dalam istana ini telah dialihfungsikan menjadi galeri yang memamerkan penemuan arkeologi, manuskrip kuno, koin-koin bersejarah, evolusi tulisan Arab, hingga alat-alat kehidupan sehari-hari.
Arsitektur bangunannya sendiri menggabungkan gaya tradisional Islam dengan sentuhan kemewahan istana kerajaan yang sangat estetik. Museum Makkah buka setiap hari pukul 08.00-00.30 waktu Arab Saudi.
2. Exhibition of the Two Holy Mosques Architecture

Museum ini merupakan salah satu destinasi sejarah paling populer yang terletak di perbukitan Umm Al-Joud, Mekkah. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan secara langsung transformasi arsitektur Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari berbagai era kepemimpinan Islam.
Koleksi yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari pilar kayu kuno, prasasti kaligrafi, hingga pintu Ka'bah yang sangat ikonik pada masanya. Tempat ini memberikan gambaran visual yang jelas tentang betapa besarnya perjuangan umat Islam dalam menjaga dan memperindah dua tempat paling suci di dunia.
Keunikan utama dari museum ini adalah adanya artefak asli yang dulunya terpasang langsung di dalam bangunan Masjidil Haram. Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah bingkai lama Hajar Aswad dan tangga kayu Ka'bah yang berasal dari abad ke-19.
Selain itu, pengunjung juga bisa melihat koleksi langka berupa salinan Al-Qur'an mushaf Utsmani yang masih terjaga keasliannya. Museum ini buka setiap hari Minggu-Kamis pukul 08.00-20.00 waktu Arab Saudi.
3. Clock Tower Museum

Clock Tower Museum menawarkan pengalaman wisata sejarah yang unik, karena berada di puncak gedung pencakar langit Mekkah, yakni Abraj Al-Bait. Museum ini berfokus pada ilmu astronomi dan cara manusia mengukur waktu, terutama dalam menentukan waktu salat dan kalender hijriah.
Pengunjung dapat melihat berbagai teleskop canggih dan instrumen astronomi yang digunakan untuk memantau pergerakan bulan serta bintang. Selain belajar tentang sains ruang angkasa, museum ini juga menjelaskan proses pembangunan menara jam raksasa yang menjadi ikon modern Kota Mekkah.
Setiap lantai di dalam museum ini dirancang untuk memberikan edukasi tentang alam semesta melalui teknologi multimedia yang interaktif dan sangat memukau. Di akhir kunjungan, pengunjung bisa keluar menuju ke balkon observasi untuk melihat pemandangan Ka'bah secara tegak lurus dari atas.
Museum ini buka setiap hari Sabtu-Kamis pukul 09.00-23.30. Khusus hari Jumat, buka pukul 14.00-23.30 waktu Arab Saudi. Harga tiket masuknya 150 Riyal-300 Riyal (atau sekitar Rp686 ribu-Rp1,3 juta) per orang sekali masuk.
4. The International Fairs and Museums of the Prophet’s Biography and Islamic Civilization

The International Fairs and Museums of the Prophet’s Biography and Islamic Civilization merupakan salah satu destinasi edukasi terbaru dan paling canggih di Mekkah. Lokasinya pun dekat area Masjidil Haram. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW secara detail, mulai dari kelahiran hingga wafatnya.
Dengan menggunakan teknologi visual modern, seperti layar interaktif dan pemetaan proyeksi, pengunjung seolah diajak kembali ke masa lalu untuk merasakan suasana kehidupan di Mekkah dan Madinah. Hal ini membuat narasi sejarah yang biasanya hanya dibaca di buku menjadi terasa lebih hidup dan sangat menyentuh perasaan.
Museum ini juga menonjolkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada seluruh umat manusia. Informasi yang disajikan tersedia dalam berbagai bahasa internasional, sehingga memudahkan jemaah dari seluruh penjuru dunia untuk memahami pesan yang disampaikan.
Pengunjung bisa datang ke sini setiap hari mulai pukul 08.00-22.30 waktu Arab Saudi. Harga tiket masuknya mulai dari 70 Riyal atau sekitar Rp320 ribu.
5. Holy Quran Museum

Holy Quran Museum atau Museum Al-Qur'an merupakan destinasi yang didedikasikan secara khusus untuk menghormati dan memamerkan kemuliaan kitab suci umat Islam. Di dalam museum ini, pengunjung dapat menyaksikan koleksi langka berupa naskah-naskah Qur'an kuno yang ditulis di atas berbagai media, seperti kulit hewan hingga kayu.
Setiap galeri menunjukkan evolusi penulisan mushaf dari zaman sahabat hingga teknik percetakan modern yang digunakan saat ini. Hal ini memberikan wawasan mendalam bagi para pengunjung mengenai ketelitian umat Islam dalam menjaga keaslian teks Al-Qur'an selama berabad-abad.
Selain menampilkan artefak fisik, museum ini juga dilengkapi dengan teknologi multimedia yang memungkinkan pengunjung mendengarkan lantunan ayat suci dari qari-qari ternama dunia. Terdapat ruang edukasi yang menjelaskan tentang mukjizat ilmiah Quran dan sejarah kodifikasi yang dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan.
Museum ini buka setiap hari Sabtu-Kamis pukul 9.00-21.00 waktu Arab Saudi, sedangkan hari Jumat pukul 16.00-21.00 waktu Arab Saudi. Harga tiketnya mulai dari 25 Riyal atau sekitar Rp115 ribu per orang.
6. King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa

Meskipun lebih dikenal sebagai tempat produksi, King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa atau Kiswa Factory ini memiliki ruang pameran yang menjelaskan sejarah pembuatan kain penutup Ka'bah atau Kiswah.
Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana benang sutra murni diproses dan disulam dengan benang emas dan perak oleh para perajin ahli. Pameran ini mendokumentasikan perubahan bahan dan motif Kiswa dari masa ke masa melalui foto-foto lama dan potongan kain asli yang pernah digunakan.
Selain itu, terdapat pula narasi yang menceritakan tradisi penggantian Kiswa setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pengunjung bisa menyentuh contoh bahan kainnya, serta melihat replika mesin tenun kuno yang dulu digunakan sebelum teknologi modern masuk. Pameran ini buka setiap hari Senin-Kamis pukul 08.00-11.00 waktu Arab Saudi dan tiket masuknya gratis.
Nah, itu dia beberapa museum di Mekkah yang bisa dikunjuungi di sela-sela aktivitas berhaji atau umrah. Museum mana yang ingin kamu kunjungi pertama kali?


















