Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Lagu T.O.P di Album Another Dimension Diboikot KBS, Apa Saja?
potret T.O.P (instagram.com/ttt)
  • T.O.P resmi comeback dengan album solo penuh berjudul Another Dimension berisi 11 lagu dan langsung mendominasi berbagai platform musik global.
  • KBS memboikot tujuh lagu dari album tersebut karena liriknya mengandung kata vulgar, referensi merek, serta melanggar aturan penyiaran yang berlaku.
  • Meskipun diboikot, album Another Dimension mencetak rekor 1,47 juta streaming di Spotify pada hari pertama dan menjadi rilisan solo pertama T.O.P dalam 13 tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah lama dinanti, T.O.P akhirnya comeback pada Jumat (3/4/2026). Eks BIGBANG tersebut merilis full album solo pertamanya, Another Dimension, yang memanjakan penggemar dengan total 11 lagu di dalamnya.

Meski sukses mendominasi berbagai platform musik global sejak dirilis, tetapi lebih dari separuh albumnya justru diboikot oleh KBS. T.O.P dilarang untuk menampilkan lagu-lagunya di stasiun televisi itu. Kira-kira apa saja, ya?

1. 7 lagu T.O.P di album Another Dimension diboikot KBS, apa saja?

tracklist album Another Dimension milik T.O.P (instagram.com/ttt)

KBS akhirnya mengumumkan hasil ulasan musik sejumlah lagu dari solois sampai grup KPop pada Rabu (8/4/2026). Yang mencuri perhatian penggemar adalah 7 lagu dari full album solo perdana T.O.P, Another Dimension, didiskualifikasi oleh stasiun televisi tersebut.

Dari 195 lagu yang diulas oleh KBS, 7 lagu dianggap tidak memenuhi ketentuan sehingga dilarang untuk ditayangkan sebelum dilakukan revisi lirik. Nah, 7 lagu yang tidak lolos tersebut semuanya adalah lagu-lagu milik T.O.P.

Lagu-lagu T.O.P yang didiskualifikasi adalah "BE SOLID," "Gokkal Coon," "The Feeling of Living in Seoul," "Another Dimension Holy Dude!!!!!!!," "ZERO-CAKE," "Completely Crazy," dan satu lagi yang tidak diungkap oleh KBS. Mengingat Another Dimension terdiri dari total 11 lagu, maka lebih dari separuh album T.O.P diboikot KBS.

2. KBS ungkap alasan banyak lagu T.O.P diboikot, kenapa, ya?

potret T.O.P (instagram.com/ttt)

KBS juga mengungkap alasan mereka memboikot lagu-lagu milik T.O.P tersebut. "BE SOLID" hingga "Completely Crazy" didiskualifikasi, karena liriknya yang mengandung kata-kata kotor, bahasa vulgar, atau ungkapan tidak senonoh. Selain itu, T.O.P melanggar Pasal 46 peraturan peninjauan penyiaran (pembatasan efek iklan) dengan menyebut nama merek produk tertentu.

Namun, penggemar sebenarnya tidak terlalu terkejut dengan pemboikotan sejumlah lagu T.O.P di album Another Dimension. Apalagi, penyanyi kelahiran 1987 itu memang identik dengan gaya musik yang berani sehingga menonjolkan hal-hal yang dianggap tabu dan dilarang masyarakat dalam lirik-liriknya.

Namun, penggemar tetap gak menyangka, 7 lagu yang didiskualifikasi oleh stasiun televisi tersebut semuanya adalah milik T.O.P. Kejadian ini merupakan momen langka di industri musik Korea Selatan, lho.

3. Album Another Dimension T.O.P cetak rekor apik di hari pertama perilisan

potret T.O.P (instagram.com/ttt)

T.O.P hingga sekarang belum memberikan tanggapan terkait masalah ini, termasuk apakah ia akan mengganti liriknya agar mendapat izin siar. Fyi, pelantun lagu "SEOUL CHAOS" ini dapat meminta peninjauan ulang setelah memodifikasi atau menghapus bagian yang bermasalah.

Setelah diluncurkan, full album Another Dimension mencatat sekitar 1,47 juta streaming pada hari pertama di Spotify, platform musik terbesar di dunia. Ini merupakan rekor hari pertama tertinggi untuk solois yang dirilis pada 2026. Daebak!

Selain itu, comeback ini menjadi rilisan solo pertamanya dalam 13 tahun sejak digital single "DOOM DADA" pada 2013. Album T.O.P juga mendapat perhatian dari sesama anggota BIGBANG. G-Dragon dan Taeyang secara terang-terangan ikut mempromosikan karya anyar T.O.P itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team