Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Karakter di The Scarecrow Berubah Jahat demi Harta dan Kekuasaan

3 Karakter di The Scarecrow Berubah Jahat demi Harta dan Kekuasaan
still cut drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Drakor The Scarecrow menyoroti ketimpangan sosial dan hukum yang membuat karakter-karakternya berubah dari baik menjadi tamak demi harta serta kekuasaan.
  • Park Dae Ho, Kang Sun Young, dan Cha Si Young digambarkan mengalami perubahan moral drastis akibat ambisi pribadi dan tekanan lingkungan sekitar.
  • Kisah mereka menjadi kritik sosial tentang bagaimana kekuasaan dapat merusak nilai kemanusiaan dan mengubah seseorang menjadi sosok yang gelap mata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Drakor The Scarecrow tidak hanya menampilkan kisah pembunuhan berantai yang diadaptasi dari kehidupan nyata, tetapi juga menyelipkan banyak kritik sosial terhadap ketimpangan hukum yang merugikan banyak pihak tidak bersalah.

Ketimpangan sosial dan hukum ini bahkan mengubah karakteristik seseorang, dari yang awalnya berperilaku baik menjadi rakus dan menghalalkan segala cara demi harta dan kekuasaan. Berikut ini tiga karakter di The Scarecrow yang menunjukkan sisi manusiawi yang gelap mata akan kekuasaan!

1. Park Dae Ho (Ryu Hae Jun)

still cut drakor The Scarecrow
still cut drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Park Dae Ho adalah bawahan sekaligus orang kepercayaan Kang Tae Joo (Park Hae Soo) di kepolisian Kangseong. Di saat polisi yang lain bekerja ala kadarnya dan berperilaku curang demi jabatan dan kekuasaan, Dae Ho tetap berpegang teguh pada keadilan. Namun, siapa sangka suatu hari Dae Ho akan berubah sebaliknya dari dirinya yang dulu. Ia berubah menjadi sosok yang tamak dan melanggengkan praktik korupsi dan nepotisme di badan kepolisian.

Di tahun 2019, tiga puluh tahun kemudian setelah kasus pembunuhan berantai yang ditangani Dae Ho dan rekannya, Dae Ho telah menjadi seorang komisaris kepolisian. Ia mendapatkan jabatan itu dengan instan, yakni bekerja sama dengan jaksa Cha Si Young dan kaki tangannya. Karena tamak akan harta dan kekuasaan, ia pun tega mengkhianati Kang Tae Joo dengan memberikan kesaksian palsu di persidangan ulang 2019. Perubahan Park Dae Ho yang signifikan ini dari pria tulus menjadi bengis terbilang salah satu plot twist yang menunjukkan bahwa harta dan kekuasaan mampu bikin seseorang gelap mata dan berubah.

2. Kang Sun Young (Seo Ji Hye)

Seo Ji Hye di drakor The Scarecrow
Seo Ji Hye di drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Kang Sun Young adalah salah satu korban dari kasus pembunuhan berantai yang terjadi di desa Kangseong. Calon suaminya tewas karena disiksa polisi dan jaksa saat jadi korban salah tangkap. Kang Sun Young merupakan keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Kang Tae Joo. Sejak kecil keduanya hidup rukun bersama dan saling mendukung satu sama lain. Semua momen manis itu pun berubah seketika saat calon suami Kang Sun Young tewas.

Ia yang sedang hamil lebih memilih tawaran ayah kandungnya untuk meninggalkan Kang Tae Joo yang telah membesarkannya. Bahkan hingga tiga puluh tahun kemudian, Sun Young begitu arogan dan tampak culas pada Tae Joo. Ia lebih memilih keluarga barunya yang memiliki kelebihan harta dan punya kekuasaan di mana-mana dibanding kakak kandungnya sendiri.

3. Cha Si Young (Lee Hee Jun)

Lee Hee Jun di drakor The Scarecrow
Lee Hee Jun di drakor The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Digambarkan lewat masa lalunya, Cha Si Young awalnya adalah remaja yang baik. Namun ia berubah menjadi arogan dan ambisius semenjak tahu ia adalah anak seorang pejabat terkenal. Ia pun berusaha sekuat tenaga untuk belajar dan bekerja keras agar diakui dan diapresiasi sang ayah.

Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa. Apa pun yang ia lakukan bukanlah karena dedikasi dan ketulusan, melainkan demi apresiasi dan pengakuan orang lain, terutama ayahnya. Ia pun menghalalkan segala cara agar bisa naik pangkat dan menduduki posisi mentereng di jabatan pemerintahan. Termasuk memanipulasi kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Kangseong saat ia masih menjadi jaksa pada tahun 1988.

Ketiga karakter di atas menunjukkan dan membuktikan kepada para penggemar drakor bahwa hati manusia itu mudah goyah. Siapa pun jika dihadapkan dengan harta dan kekuasaan yang mentereng, kemungkinan akan berubah menjadi buruk, bahkan bisa saja lebih dari itu.

Harta dan kekuasaan yang memang tidak tampak kasat mata ini menjadi suatu hal yang bisa merusak dan mengubah karakteristik seseorang. Ketulusan dan kebaikan yang awalnya melekat, seketika dibuat tak berdaya dan berubah menjadi bengis dan tamak di depan kekuasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei

Related Articles

See More