Mark Lee Dikritik Usai Pakai Kaus Berlogo Rasis, Agensi Minta Maaf

- Mark Lee menuai kritik setelah mengenakan kaus bergambar bendera Konfederasi yang dianggap simbol rasisme dan perbudakan di Amerika Serikat.
- Agensi Upper Room meminta maaf, menjelaskan pemilihan kaus dilakukan karena alasan estetika vintage tanpa memahami makna historis simbol tersebut.
- Upper Room menegaskan tidak ada niat rasis, berkomitmen memperkuat prosedur internal agar kejadian serupa tidak terulang dalam konten mendatang.
Mark Lee baru-baru ini menuai kecaman setelah foto terbarunya memicu kontroversi di media sosial. Kritik bermunculan karena kaus yang dikenakannya menampilkan simbol yang dianggap sensitif dan berkaitan dengan sejarah perbudakan serta isu rasis di Amerika Serikat.
Kontroversi ini muncul di tengah langkah baru Mark di bawah label Upper Room. Unggahan yang awalnya disambut antusias oleh penggemar justru berubah menjadi perdebatan setelah sejumlah warganet. Menanggapi polemik yang berkembang, pihak agensi bergerak cepat dengan merilis pernyataan resmi.
1. Mark Lee menggunakan kaus berlogo rasisme

Kontroversi ini bermula ketika Mark terlihat mengenakan kaus vintage bergambar bendera Konfederasi dalam foto yang diunggah pada Selasa (23/6/2026). Bendera tersebut dikenal sebagai simbol negara-negara bagian Konfederasi Amerika yang mendukung perbudakan. Hingga kini, bendera tersebut masih dikaitkan dengan supremasi kulit putih serta rasisme.
Karena latar belakang sejarah tersebut, penggunaan simbol ini memicu kemarahan dari sejumlah warganet. Mereka menilai pemilihan busana Mark tidak sensitif terhadap isu rasis yang masih menjadi perhatian di Amerika Serikat. Unggahan tersebut pun menuai kekecewaan dan perdebatan di media sosial.
2. Agensi Upper Room meminta maaf atas kejadian penggunaan kaus rasisme

Menanggapi kontroversi tersebut, Upper Room yang merupakan label baru Mark segera angkat bicara. Pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi yang muncul akibat pemilihan kaus dalam foto tersebut.
"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang ditimbulkan oleh kaus vintage yang terlihat dalam foto yang baru-baru ini dibagikan. Pakaian tersebut dipilih semata-mata sebagai item fesyen vintage," tulis Upper Room melalui Story Instagram pada Selasa (23/6/2026).
Pihak agensi juga menjelaskan bahwa pemilihan pakaian tersebut didasarkan pada pertimbangan estetika gaya vintage tanpa memahami sepenuhnya makna historis yang melekat pada simbol tersebut. Setelah menyadari latar belakang sejarahnya, mereka lalu menegaskan akan berupaya memastikan simbol itu tidak terlihat dalam konten resmi yang dirilis
3. Upper Room bantah dan tegaskan tidak ada maksud rasis sama sekali

Lewat pernyataan tersebut, Mark Lee dan agensinya juga menyatakan komitmen penuh untuk menolak segala bentuk diskriminasi dan kebencian. Mereka berjanji akan merombak prosedur internal dalam pemilihan wardrobe dan persetujuan konten agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Upper Room dan artisnya dengan tegas menolak serta tidak menoleransi rasisme, kebencian, diskriminasi, maupun segala bentuk intoleransi. Sebagai tindak lanjut, kami akan memperkuat prosedur peninjauan internal terkait pemilihan pakaian dan proses persetujuan konten guna membantu mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," tutup label tersebut.
Kendati sudah menyampaikan permintaan maaf, perdebatan mengenai insiden ini masih berlanjut di media sosial. Sementara itu, Upper Room merupakan label independen yang didirikan oleh Mark Lee untuk menaungi aktivitas solonya setelah keluar dari NCT.


















