Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa A2O LITE Cepat Viral dan Raih Begitu Banyak Rekor?

7 min read
Mengapa A2O LITE Cepat Viral dan Raih Begitu Banyak Rekor?
potret A2O Lite (instagram.com/a2o.world)
  • A2O LITE, girl group sembilan anggota di bawah A2O Entertainment, debut lewat “NEON” pada 13 Oktober 2026 dan mencapai nomor satu Melon TOP100 sekitar 29 jam kemudian.
  • Debut ini menandai kembalinya Lee Soo Man ke produksi idol Korea setelah klausul nonkompetisinya berakhir, membawa perhatian besar terhadap proyek Zalpha-Pop A2O.
  • Koreografi “NEON” yang sengaja dibuat sulit serta vokal live stabil saat encore The Show memicu respons positif; video ALLIVE MBC melampaui satu juta tayangan sehari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Lee Soo Man kembali ramai dibicarakan di industri KPop. Setelah tiga tahun absen dari produksi musik di Korea Selatan, pendiri SM Entertainment tersebut kini memperkenalkan proyek terbarunya lewat A2O Entertainment. Salah satu grup yang langsung mencuri perhatian adalah A2O LITE, girl group beranggotakan sembilan orang yang debut dengan lagu “NEON” pada 13 Oktober 2026.

Namun, viralnya A2O LITE tampaknya bukan semata-mata karena nama besar produser di belakang mereka. Koreografi yang menantang, komentar para koreografer profesional, hingga penampilan vokal saat live ikut mendorong perhatian publik. Bahkan, “NEON” berhasil menduduki posisi pertama Melon TOP100 sekitar 29 jam setelah dirilis. Capaian ini mencetak rekor sebagai lagu debut grup rookie tercepat yang berhasil mencapai peringkat nomor 1 di Melon TOP100 sejak sistem chart tersebut diperbarui pada Agustus 2021.

Lantas, apa yang membuat A2O LITE begitu cepat menarik perhatian?

  1. 1. . Lee Soo Man kembali ke Korea Selatan lewat A2O

    Lee Soo Man
    Lee Soo Man (instagram.com/a2o.world)

    Untuk memahami mengapa debut A2O LITE begitu menarik perhatian, kita perlu melihat perjalanan Lee Soo Man setelah meninggalkan SM Entertainment. Ia bukan sekadar mantan produser, melainkan sosok yang selama puluhan tahun ikut membentuk sistem pelatihan dan produksi idol KPop melalui grup-grup seperti H.O.T., Girls' Generation, SHINee, EXO, hingga NCT.

    Hubungannya dengan SM mulai berubah ketika perusahaan mengumumkan penghentian kontrak produksi dengan Like Planning, perusahaan milik Lee Soo Man, pada akhir 2022. Ini satu tahun lebih awal dari kontrak asli. Situasi semakin memanas pada awal 2023, ketika manajemen SM mendorong strategi SM 3.0 yang beralih dari sistem produksi terpusat pada satu produser menuju sejumlah pusat produksi dan label. Lee Soo Man kemudian menentang sejumlah langkah manajemen tersebut.

    Konflik kemudian berkembang menjadi perebutan kendali perusahaan yang melibatkan HYBE dan Kakao. Pada Februari 2023, Lee Soo Man menjual 14,8% saham SM miliknya kepada HYBE. Namun, HYBE akhirnya mundur dari persaingan akuisisi, sementara Kakao menjadi pemegang saham terbesar SM. Pada akhirnya, Lee Soo Man pun resmi berpisah dari perusahaan yang ia dirikan pada 1995.

    Kepergian itu bukan berarti Lee berhenti mengembangkan proyek musik. Ia mendirikan A2O Entertainment dan mulai memperkenalkan para trainee pada 2024. Pada Desember tahun yang sama, ia meluncurkan A2O MAY, girl group yang awalnya berfokus pada pasar China dan kemudian diarahkan untuk menjangkau pasar internasional.

    Namun, Lee masih terikat aturan nonkompetisi selama tiga tahun setelah penjualan sahamnya kepada HYBE. Selama periode tersebut, aktivitas produksinya di Korea Selatan dibatasi. Setelah klausul itu berakhir pada Februari 2026, ia akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali menggarap proyek idol di pasar domestik Korea. Momen tersebut pun akhirnya berujung pada babak baru di 12 Oktober 2026.

    Lee Soo Man memperkenalkan dua grup sekaligus dalam acara Welcome to Soulite From A2O Soul A2O Lite di KINTEX, Korea Selatan. A2O SOUL hadir dengan 15 anggota, sedangkan A2O LITE beranggotakan sembilan orang. Keduanya membawa gagasan Zalpha-Pop, konsep yang ditujukan untuk generasi Z dan Alpha. Kembalinya Lee Soo Man di bidang yang ia kembangkan pun membawa ekspektasi sekaligus rasa penasaran. Publik sudah mengenal rekam jejaknya dalam membangun grup idol, tetapi industri KPop sekarang memiliki persaingan dan tren yang berbeda dibandingkan era awal SM.

  2. 2. Koreografi A2O LITE yang curi perhatian

    cuplikan MV A2O LITE (youtube.com/A2O LITE)
    cuplikan MV A2O LITE (youtube.com/A2O LITE)

    Salah satu hal yang membuat A2O LITE menjadi perbincangan adalah koreografi pembuka “NEON”, terutama duet Aijing dan Xili. Gerakannya menuntut koordinasi, kontrol tubuh, dan ketepatan teknik. Bagian ini semakin menarik setelah koreografer J Black membagikan cerita di balik proses pembuatannya.

    J Black merupakan penari dan koreografer Korea Selatan yang dikenal lewat gaya tari khasnya. Ia menciptakan koreografi pembuka “NEON” yang dibawakan Aijing dan Xili, bersama kontribusi Lee Dong Gyu dan Choi In Young dari Cream Dance dalam proses koreografi dan pelatihan. Dalam video yang diunggah kanal YouTube Studio Waggle Waggle pada 16 Oktober 2026, J Black hadir bersama istrinya, Mari, yang juga berprofesi sebagai koreografer, untuk membahas penampilan tersebut.

    J Black mengungkap bahwa permintaan A2O LITE berbeda dari pengalamannya menggarap koreografi idol selama ini. Biasanya, pihak agensi meminta gerakan dalam video demo dibuat lebih mudah agar dapat dibawakan dengan baik. Namun, kali ini mereka justru meminta tingkat kesulitannya ditingkatkan.

    “Biasanya, ketika aku diminta untuk membuat koreografi idol, mereka memintaku untuk membuatnya lebih mudah dibandingkan video demo. Namun kali ini berbeda. Setelah aku mengirimkan demo, mereka memintaku untuk membuatnya lebih sulit lagi. Aku bertanya-tanya, 'Apakah boleh seperti ini?', tapi aku akhirnya meningkatkan kesulitannya,” jelas J Black.

    Ia juga mengungkap bahwa pihak grup secara khusus menginginkan koreografi dengan gaya khasnya. J Black sempat terkejut karena permintaan itu berbeda dari pendekatan koreografi idol yang biasanya mengutamakan gerakan lebih mudah diikuti. Ia kemudian mengaku melihat potensi Aijing dan Xili, meski keduanya belum langsung menguasai gerakan tersebut saat latihan awal. Tiga pelatih pun dilibatkan untuk membantu mereka berlatih secara intensif.

    Komentar lain datang dari Gabee, koreografer yang dikenal sebagai pemimpin kru tari La Chica dan salah satu peserta program kompetisi Street Woman Fighter. Ia menyoroti energi yang ditampilkan para member dan merasa penampilan tersebut mengingatkannya pada semangat performer yang ingin membuktikan kemampuan lewat kerja keras.

    “Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali melihat sesuatu seperti ini. Mereka gak bilang, ‘Tolong cintai aku,’ atau ‘Aku cantik banget, kan?’” ujar Gabee sambil mengikuti gaya imut idol.

    Ia melanjutkan dengan lebih gahar, “Mereka justru menunjukkan, ‘Aku jago banget menari,’ ‘Aku benar-benar sudah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,’ ‘Mama, Papa, lihat aku!’"

    Gabee pun tertawa sendiri dengan kiasan yang ia buat. Dancer hits tersebut lalu menutup, "Rasanya seperti bisa melihat semangat mereka yang begitu besar secara langsung. Ada keberanian yang terasa dari sikap mereka yang seolah berkata, ‘Aku akan membuktikan diriku lewat kemampuan saja.’ Sensasi mendebarkan seperti ini rasanya sudah lama gak kurasakan.”

    Dua tanggapan tersebut memberi gambaran mengapa koreografi “NEON” menarik perhatian. Daya tariknya bukan hanya pada tingkat kesulitan gerakan, tetapi juga pada kemampuan para member mengeksekusinya. Di tengah tren koreografi yang kerap dirancang agar mudah ditiru sebagai tantangan di media sosial, pendekatan yang lebih menantang ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Meski begitu, satu koreografi saja tentu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa arah KPop akan berubah secara keseluruhan.

  3. 3. Vokal yang kuat dan stabil

    A2O LITE di The Show (youtube.com/THE K-POP)
    A2O LITE di The Show (youtube.com/THE K-POP)

    Selain koreografi, kemampuan vokal A2O LITE juga menjadi bahan pembicaraan setelah mereka tampil secara langsung. Perhatian ini semakin besar ketika grup tersebut membawakan “NEON” dalam encore usai memenangkan program musik The Show pada 20 Oktober 2026.

    Kemenangan itu datang hanya tujuh hari setelah debut mereka. Dalam penampilan encore, para member tetap bernyanyi secara langsung sambil merayakan kemenangan pertama mereka. Cuplikan penampilan tersebut kemudian menyebar di media sosial dan menuai komentar positif dari penonton yang menyoroti kestabilan vokal serta harmoni mereka. Mengingat grup KPop di masa sekarang tidak terlalu pandai dalam bernyanyi di momen encore.

    Perbincangan soal vokal ini menarik karena perhatian publik terhadap grup baru sering kali tidak berhenti pada lagu dan visual. Penampilan live menjadi salah satu cara untuk melihat bagaimana para member membawakan lagu di luar video musik atau panggung yang sudah dipersiapkan. Dalam kasus A2O LITE, video encore memberi kesempatan bagi penonton untuk menilai kemampuan mereka secara lebih langsung.

    Video penampilan “NEON” dalam format ALLIVE dari MBC juga ikut menarik perhatian dan ramai dicari. Videonya telah ditonton lebih dari satu juta kali dalam sehari setelah diunggah. Respons terhadap penampilan live ini melengkapi pembicaraan yang sudah muncul sejak debut. Jika koreografi memperlihatkan kemampuan teknis dan kedisiplinan latihan, penampilan vokal memberi dimensi lain tentang kesiapan mereka sebagai performer. Meski masih berada di awal karier, A2O LITE sudah memiliki beberapa aspek yang membuat publik tertarik mengikuti perkembangan mereka.

    Pada akhirnya, viralnya A2O LITE terbentuk dari sejumlah faktor yang saling mendukung. Nama Lee Soo Man membuat debut mereka langsung mendapat perhatian, koreografi “NEON” memicu diskusi di kalangan penari dan penggemar, sementara penampilan live memberi bahan pembicaraan baru. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan perhatian tersebut lewat rilisan dan panggung berikutnya, bukan hanya mengandalkan rasa penasaran terhadap nama besar di balik grup ini.

    Bagaimana menurutmu?

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More