Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Penyesalan J.Y Park sebagai Pendiri JYP Entertainment, Manusiawi

3 Penyesalan J.Y Park sebagai Pendiri JYP Entertainment, Manusiawi
J.Y Park (instagram.com/jypentertainment)
Intinya Sih
  • J.Y Park mengakui beberapa penyesalan besar dalam kariernya, termasuk keputusan yang berdampak pada artis dan dirinya sendiri, menunjukkan sisi manusiawi seorang pendiri JYP Entertainment.
  • Salah satu penyesalannya adalah menolak IU saat audisi di JYP, serta ambisinya membawa Wonder Girls ke pasar Amerika yang membuat agensinya kehilangan momentum di Korea.
  • Ia juga menyesali kebiasaan merokok karena menghambat kemampuan menarinya, dan kini menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran penting bagi para trainee untuk menjaga kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

J.Y Park telah melakukan banyak tindakan yang baginya merugikan. Dia bahkan terang-terangan mengakui penyesalannya dalam berbagai kesempatan. Publik juga menganggap perasaannya itu cukup manusiawi.

Nah, berikut sejumlah penyesalan pendiri JYP Entertainment tersebut yang berkaitan dengan keputusannya terhadap artis agensinya maupun dirinya sendiri. Tak dapat dimungkiri, beberapa keputusannya membawa penyesalan tertentu. Yuk, simak!

1. Menolak IU bergabung di JYP Entertainment

J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)
J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)

Di Entertainment Weekly pada 2011, J.Y Park mengatakan, dia merasa hatinya hancur setiap kali melihat IU. Ia dengan bercanda mengaku hendak mencari pekerja di agensinya yang menolak solois tersebut dan menghukumnya. Ia pun sering menghindari kontak mata dengan IU saat bertemu.

J.Y Park pun menjelaskan, sebenarnya sangat sulit bagi agensinya untuk menemukan setiap bakat tersembunyi hanya dengan melalui audisi. Hanya saja, dia memang cukup menyesal karena kehilangan kesempatan mendebutkan IU di JYP Entertainment. Sebab, IU yang kini sangat sukses di industri hiburan, pernah audisi di agensi tersebut.

2. Terlalu berambisi masuk pasar Amerika Serikat untuk Wonder Girls

J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)
J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)

Melalui Me2day pada 2012, J.Y Park mengatakan, dia bisa saja menjadi miliarder jika tak menantang diri memasuki pasar Amerika Serikat untuk promosi Wonder Girls. Sebab, jika fokus promosi di negaranya, maka girl group tersebut sudah pasti meraih popularitas di Korea Selatan.

J.Y Park sadar, agensinya meninggalkan Korea untuk memulai perjuangan yang tak masuk akal bagi siapa pun. Ia pun sudah memahami, agensinya akan kehilangan uang dan popularitas Wonder Girls jika promosi yang dikerahkan di Amerika Serikat pada tahun itu juga gagal. Meski begitu, dia juga menyadari pentingnya kebijaksanaan atau pelajaran hidup untuk artisnya.

J.Y Park menilai, kebijaksaan itu bisa diperoleh Wonder Girls dengan melalui berbagai tantangan saat masih muda. Ia yakin, para member akan menjalani hidup yang bahagia dan luar biasa berkat kebijaksanaan yang diperoleh di masa itu. Tujuannya bukan hanya uang atau popularitas, melainkan kebijaksanaan. Ia hanya merasa, popularitas dan uang itu bisa menyusul nantinya.

3. Merokok yang membuatnya sulit menari

J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)
J.Y Park (instagram.com/asiansoul_jyp)

J.Y Park memberikan arahan khusus untuk para trainee di program survival Stray Kids pada 2017. Ia membahas berbagai kualitas yang dibutuhkan dan penting untuk diingat. Ia menekankan pentingnya sikap kejujuran, kesetiaan, dan kerendahan hati untuk calon artisnya saat itu.

Selain itu, J.Y Park menjelaskan, dia juga paling menyesali kebiasaannya merokok di masa lalu. Ia percaya, pengalaman buruk lainnya telah memungkinkannya untuk mempelajari sesuatu. Namun, merokok hanyalah sebuah kerugian untuknya.

Penyesalan itu muncul karena J.Y Park ingin selalu bisa menari dengan baik. Ia sadar, merokok bisa membuat tubuhnya susah mengimbangi gerakan tari tertentu. Ia merasa, tiap artis perlu menjaga kesehatan tubuh dengan baik agar bisa mengekspresikan diri dalam kondisi terbaik.

J.Y Park telah menyesali berbagai hal dari masa lalu. Bahkan, ada pilihannya yang dianggap teramat merugikan untuk dirinya sendiri maupun kariernya. Meskipun begitu, dia juga cukup reflektif dengan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran agar tak mengulanginya lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Korea

See More