proses pembuatan backdrop konser (instagram.com/benignoab)
Setiap artis memiliki konsep dan identitas visual yang berbeda. Karena itu, Nino harus menyesuaikan karyanya dengan guideline yang telah ditentukan oleh agensi maupun tim kreatif. Meski begitu, ia tetap berusaha menghadirkan sentuhan kreatifnya sendiri agar visual yang dihasilkan tetap selaras dengan konsep artis tanpa kehilangan ciri khasnya.
"Di beberapa case memang mereka sudah punya guideline buat grafisnya. Jadi kita harus ngikutin itu, cuma sebagai animator aku bisa cukup versatile buat ngikutin style yang dibutuhkan klien," jelas Nino saat diwawancarai pada Jumat (17/7/2026).
Misalnya pengerjaan backdrop opening CORTIS di Festival Allobank pada 20 Juni lalu. Benigno yang gemar melakukan riset terlebih dahulu pun sampai meminta salah satu temannya untuk menarikan ulang dance CORTIS agar bisa di-tracing dan dimasukkan ke dalam animasi.
Ia mengatakan, "Waktu itu kepikiran mau langsung pake referensi dari CORTIS, cuma sudut mereka ngerekam CORTIS, dance-nya itu macem-macem gitu, lho. Jadi kayak agak susah buat, sama buat aesthetically kayak agak kurang gitu kalau dianimasiin. Jadi kebetulan aku ada temen, Unu namanya, dia kayak fans CORTIS gitu. Dia juga bisa dance, jadi aku minta bantuan dia buat bikin koreografi ngikutin CORTIS. Terus nanti aku kayak tracing."
Nino turut bercerita bahwa setiap klien, baik artis lokal maupun internasional, memiliki karakter dan alur kerja yang berbeda. Ada yang memberikan arahan secara umum, tetapi ada juga yang sangat detail sehingga proses pengerjaan motion graphic membutuhkan banyak penyesuaian agar sesuai dengan konsep yang diinginkan.