Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pernah Garap Punya CORTIS, Nino Ungkap Tantangan Bikin Backdrop Konser

Pernah Garap Punya CORTIS, Nino Ungkap Tantangan Bikin Backdrop Konser
Benigno Adib (instagram.com/benignoab)
Intinya Sih
  • Nino, kreator visual asal Indonesia, dipercaya menggarap backdrop konser artis Korea seperti CORTIS dan menghadapi tantangan menyesuaikan kreativitasnya dengan arahan ketat dari agensi internasional.
  • Portofolio Nino mencakup kerja sama dengan musisi besar seperti Super Junior, Taeyong, Epik High, hingga CORTIS, sambil menyimpan impian untuk berkolaborasi dengan rapper Swedia Yung Lean.
  • Dalam proyek Epik High di CXO Media Live on Stage 2023, Nino bertanggung jawab atas hampir seluruh visual konser dan hasil karyanya mendapat apresiasi langsung dari para personel grup tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Saat menonton konser KPop, perhatian penonton biasanya tertuju pada penampilan para idol di atas panggung. Namun, gak sedikit pula yang terpesona saat layar LED besar mulai memberikan visual sebagai pembuka konser. Tayangan di LED juga menjadi bagian penting yang membangun suasana setiap lagu. Menariknya, di balik visual konser sejumlah artis Korea Selatan, ada sentuhan tangan kreator asal Indonesia bernama Benigno Adib.

Pria yang juga akreab disapa Nino ini telah dipercaya menggarap visual backdrop untuk beberapa musisi Korea ternama. Kepada IDN Times, ia membagikan tantangan yang dihadapi saat bekerja dengan artis internasional.

1. Nino tetap senang eksplor walau artis kadang punya brief sendiri

proses pembuatan backdrop konser
proses pembuatan backdrop konser (instagram.com/benignoab)

Setiap artis memiliki konsep dan identitas visual yang berbeda. Karena itu, Nino harus menyesuaikan karyanya dengan guideline yang telah ditentukan oleh agensi maupun tim kreatif. Meski begitu, ia tetap berusaha menghadirkan sentuhan kreatifnya sendiri agar visual yang dihasilkan tetap selaras dengan konsep artis tanpa kehilangan ciri khasnya.

"Di beberapa case memang mereka sudah punya guideline buat grafisnya. Jadi kita harus ngikutin itu, cuma sebagai animator aku bisa cukup versatile buat ngikutin style yang dibutuhkan klien," jelas Nino saat diwawancarai pada Jumat (17/7/2026).

Misalnya pengerjaan backdrop opening CORTIS di Festival Allobank pada 20 Juni lalu. Benigno yang gemar melakukan riset terlebih dahulu pun sampai meminta salah satu temannya untuk menarikan ulang dance CORTIS agar bisa di-tracing dan dimasukkan ke dalam animasi.

Ia mengatakan, "Waktu itu kepikiran mau langsung pake referensi dari CORTIS, cuma sudut mereka ngerekam CORTIS, dance-nya itu macem-macem gitu, lho. Jadi kayak agak susah buat, sama buat aesthetically kayak agak kurang gitu kalau dianimasiin. Jadi kebetulan aku ada temen, Unu namanya, dia kayak fans CORTIS gitu. Dia juga bisa dance, jadi aku minta bantuan dia buat bikin koreografi ngikutin CORTIS. Terus nanti aku kayak tracing."

Nino turut bercerita bahwa setiap klien, baik artis lokal maupun internasional, memiliki karakter dan alur kerja yang berbeda. Ada yang memberikan arahan secara umum, tetapi ada juga yang sangat detail sehingga proses pengerjaan motion graphic membutuhkan banyak penyesuaian agar sesuai dengan konsep yang diinginkan.

2. Jejak karier Nino menggarap motion graphic untuk Super Junior hingga CORTIS

Kemampuan Nino membawanya bekerja sama dengan berbagai musisi, baik dari Indonesia maupun Korea Selatan. Selain Mario Zwinkle, ia juga pernah dipercaya menggarap motion graphic untuk CORTIS, Taeyong, Super Junior, hingga Epik High.

"Kalau artis luar pernah CORTIS, Taeyong, Super Junior, Epik High juga," ujarnya.

Meski portofolionya sudah diisi nama-nama besar industri musik Korea, Nino masih memiliki satu impian yang belum terwujud. Ia ingin suatu hari bisa menggarap visual panggung untuk rapper asal Swedia, Yung Lean, yang menjadi salah satu musisi favoritnya. Sebagai bentuk apresiasi, Nino bahkan pernah membuat video stop motion yang disusun dari 217 gambar dengan menggunakan lagu "STORM II" milik GENER8ION bersama Yung Lean sebagai musik latarnya.

3. Bagaimana proses kerja pembuatan motion graphic di sebuah konser?

motion graphic untuk Epik High buatan Nino
motion graphic untuk Epik High buatan Nino (instagram.com/benignoab)

Menurut Nino, pengerjaan motion graphic untuk konser umumnya dibagi ke beberapa desainer, di mana masing-masing bertanggung jawab atas beberapa lagu. Namun, saat menggarap penampilan Epik High di CXO Media Live on Stage 2023 yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, ia mendapat tanggung jawab lebih besar. Nino dipercaya mengerjakan visual untuk hampir seluruh lagu, termasuk opening konser.

"Biasanya ada beberapa motion designer yang dibagi per lagu. Kalau Epik High kemarin bukan opening doang, tapi hampir setiap lagunya juga kita yang bikin," jelasnya.

Meski Epik High telah membawa materi visual mereka sendiri, tim Nino diminta membuat versi baru yang menyesuaikan konsep konser yang diinginkan promotor. Hasil karyanya pun berhasil mencuri perhatian para personel Epik High hingga mereka mengundangnya bertemu langsung di belakang panggung usai pertunjukan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More