Potret para member XODIAC untuk comeback mereka, Phantom Fire (instagram.com/xodiacofficial)
Jalannya wawancara juga semakin mendalam ketika membahas soal tantangan yang dihadapi XODIAC, terutama di comeback kali ini. Mengenai itu, Lex XODIAC gak menampik kalau jumlah member yang banyak menjadi kesulitan buat mereka ketika latihan untuk perform di depan fans.
Meski demikian, berbagai tantangan yang dihadapi gak langsung membuat XODIAC menjadi patah semangat begitu saja. Alih-alih nyerah, pengalaman itu justru kini membuat chemistry mereka sebagai boy group makin solid.
"Karena jumlah kami banyak, jadi saat latihan untuk tampil, menyamakan semuanya terasa agak sulit. Namun, seiring bertambahnya pengalaman, karena kami terus menyatukan chemistry, semuanya jadi semakin membaik," ucap Lex.
Sementara itu, Davin XODIAC juga merasakan hal yang sama selama bersama rekan-rekannya di grup. Baginya, chemistry para member juga lebih kuat karena masing-masing dari mereka terus berlatih sekeras mungkin untuk meningkatkan kemampuan agar dapat menampilkan yang terbaik.
"Aku juga merasa kami punya satu hal seperti itu. Misalnya, saat kami gak bisa memanfaatkan panggung sebaik yang kami bayangkan. Saat latihan, masing-masing jadi lebih meningkatkan kemampuan individu, dan karena semua bekerja lebih keras, kemampuan-kemampuan itu berkembang demi tim, dan menurutku itu justru membuat kami jadi lebih kuat," imbuh Davin.