Puasa sering kali datang bersamaan dengan jadwal kerja yang tetap padat. Di satu sisi, tubuh sedang belajar beradaptasi dengan ritme makan dan tidur yang berubah. Di sisi lain, tuntutan profesional tetap berjalan seperti biasa: deadline, rapat, dan target yang tidak ikut berpuasa. Kondisi ini wajar membuat energi terasa cepat habis, terutama di jam-jam rawan menjelang siang atau sore.
Namun, turunnya energi bukan berarti turunnya kualitas sikap dan etos kerja. Justru di bulan puasa, profesionalisme diuji bukan dari seberapa cepat kita bekerja, melainkan dari cara kita mengelola diri. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa terlihat kompeten, dapat diandalkan, dan nyaman diajak bekerja sama, meski tenaga sedang tidak di titik maksimal. Nah, berikut ini lima cara tetap profesional di kantor meski energi drop saat puasa!
