Keinginan untuk resign gak selalu muncul karena seseorang membenci pekerjaannya. Ada kalanya seseorang masih menyukai bidang yang ditekuni, merasa mampu menjalankan tanggung jawabnya, bahkan sudah cukup lama membangun karier di tempat tersebut, tetapi mulai mempertanyakan apakah dirinya sanggup bertahan lebih lama. Keinginan untuk pergi pun sering berbenturan dengan kenyataan bahwa kehidupan tetap membutuhkan penghasilan, sementara pekerjaan baru belum tentu bisa didapatkan dalam waktu dekat.
Situasi ini membuat keputusan resign terasa lebih rumit daripada sekadar memilih bertahan atau keluar. Kamu mungkin sudah mulai mencari lowongan, menghitung tabungan, dan membayangkan kehidupan setelah meninggalkan kantor, tetapi selalu menemukan alasan untuk menunda keputusan tersebut. Jika sedang menghadapi situasi serupa, ada beberapa dilema yang perlu kamu pahami sebelum menentukan langkah berikutnya.
