ilustrasi fotografi (pexels.com/Luqmaan Tootla)
Passion memang bisa menjadi petunjuk penting, tapi bukan satu-satunya faktor dalam menentukan karier. Kamu tetap perlu mempertimbangkan kemampuan, peluang kerja, penghasilan, stabilitas, lingkungan kerja, serta gaya hidup yang ingin kamu jalani. Penelitian dalam Journal of Vocational Behavior menunjukkan bahwa kesesuaian minat memang berkaitan dengan kepuasan kerja, tapi kepuasan terhadap pekerjaan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Artinya, memiliki passion terhadap suatu bidang gak otomatis menjamin kamu akan merasa puas dengan semua jenis pekerjaan di bidang tersebut.
SEEK juga menekankan bahwa gak semua passion harus berubah menjadi pekerjaan. Ada passion yang lebih cocok dijalankan sebagai hobi karena pekerjaan yang stabil dan passion pribadi gak selalu berada di jalur yang sama. Jadi, kalau kamu suka fotografi misalnya, kamu gak harus menjadi fotografer profesional apabila ternyata kamu lebih nyaman bekerja di bidang lain dan menjadikan fotografi sebagai aktivitas di waktu luang.
Memahami perbedaan hobi dan passion bisa membantumu lebih realistis ketika sedang mencari karier ideal. Hobi biasanya lebih dekat dengan kegiatan untuk menikmati waktu luang, sedangkan passion cenderung melibatkan ketertarikan yang lebih kuat, komitmen, dan keinginan untuk berkembang.
Data penelitian juga menunjukkan bahwa kesesuaian minat dengan pekerjaan berkaitan positif dengan kepuasan kerja, sehingga minat memang layak dipertimbangkan ketika memilih karier. Namun, kamu gak perlu memaksakan hobi atau passion menjadi pekerjaan jika ternyata keduanya lebih menyenangkan ketika tetap menjadi bagian dari kehidupan pribadi.