Budaya kerja punya pengaruh besar terhadap cara seseorang menjalani rutinitas, memandang pencapaian, hingga menjaga kehidupan pribadinya. Lingkungan kerja yang sehat seharusnya memberi ruang bagi karyawan untuk berkembang tanpa harus terus mengorbankan waktu istirahat demi membuktikan kesungguhan. Sayangnya, sejumlah kebiasaan yang sebenarnya kurang sehat justru sering dianggap wajar karena sudah berlangsung terlalu lama.
Salah satu contohnya adalah anggapan bahwa karyawan yang sering lembur berarti lebih rajin dan loyal terhadap perusahaan. Padahal, durasi berada di tempat kerja gak selalu sejalan dengan kualitas kontribusi, terlebih jika lembur muncul akibat beban berlebihan atau pengelolaan pekerjaan yang kurang efektif. Supaya lebih peka terhadap batas antara dedikasi dan budaya kerja yang merugikan, yuk kenali tanda-tandanya bersama.
