Kesalahan dalam pekerjaan sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi, terutama ketika sebuah tim menghadapi target besar, perubahan strategi, atau beban kerja yang cukup tinggi. Masalah mulai muncul ketika setiap kegagalan selalu diikuti dengan usaha mencari siapa yang patut disalahkan daripada memahami akar persoalannya. Kebiasaan semacam ini perlahan dapat mengubah kantor yang seharusnya menjadi ruang kolaborasi menjadi lingkungan penuh kewaspadaan dan rasa gak aman.
Budaya saling menyalahkan juga gak selalu muncul melalui konflik besar yang mudah terlihat dari luar. Tanda awalnya justru dapat hadir melalui kebiasaan kecil, seperti enggan mengakui kesalahan, takut menyampaikan pendapat, sampai sibuk mencari pembenaran ketika pekerjaan bermasalah. Kalau situasi seperti ini mulai terasa familier di lingkungan kerja, ada baiknya mengenali tanda-tandanya lebih awal agar suasana kantor gak semakin toksik, yuk pahami bersama.
