Karier di level senior sering terlihat mapan dan stabil. Jabatan sudah tinggi, pengalaman panjang, dan keputusan yang diambil berdampak besar. Namun, yang jarang terlihat adalah tekanan mental yang ikut naik seiring dengan tanggung jawab. Di titik ini, masalah tidak lagi sekadar soal target atau deadline, melainkan tentang ekspektasi, kepercayaan, dan beban emosional yang harus ditanggung sendirian.
Ironisnya, semakin tinggi posisi seseorang, semakin kecil ruang untuk mengeluh. Banyak karyawan senior yang memilih memendam tekanan karena merasa "harusnya sudah kuat" atau takut dianggap tidak kompeten. Padahal, tekanan ini nyata dan dialami oleh banyak orang. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin berdampak pada kesehatan mental, relasi kerja, bahkan kualitas kepemimpinan itu sendiri. Lantas, apa saja bentuk tekanan karier di level senior yang sering dipendam? Simak penjelasannya berikut ini!
