5 Langkah Memulai Karier Lagi Setelah Vakum Bertahun-tahun

- Membuat rencana karir yang matang dan kredibel.
- Menonjolkan kemampuan yang didapat selama jeda karir.
- Fokus dan konsisten mencari peluang pekerjaan.
Banyak alasan seseorang bisa memutuskan untuk gap year atau jeda karir selama bertahun-tahun. Bisa untuk pemulihan, pengembangan, atau faktor keluarga. Keputusan untuk jeda karir bukanlah mudah, karena tekanan kian menjadi beban dan harapan kian menipis setiap harinya.
Maka saat kamu ingin balik lagi berkarir, maka kesempatan yang ada justru semakin sempit. Keterampilan yang kamu miliki beberapa tahun yang lalu mungkin tidak lagi relevan dengan kebutuhan kerja saat ini.
Agar situasi sempit tersebut tidak terus-menerus menekanmu, maka penting untuk mengikuti lima langkah ini, agar kamu siap bekerja lagi!
1. Membuat rencana karir

Rencana karir adalah langkah pertama yang harus kamu persiapkan. Apa tujuan kamu ingin bekerja lagi dan pekerjaan apa yang ingin dan kredibel untuk dijalankan. Bukan melamar secara membabi buta ke banyak tempat dan perusahaan, tanpa pertimbangan selanjutnya.
Karena kamu sudah lama menghabiskan waktu dalam jeda karir sebelumnya, maka jangan habiskan waktu lagi dengan terjebak di pekerjaan yang salah. Maka pikirkan matang-matang arah karir yang ingin kamu jalankan.
2. Menonjolkan kemampuan selama jeda karir

Setelah rencana karir kamu sempurna, maka tonjolkan kemampuan atau keahlian yang kamu dapatkan selama jeda karir. Mungkin ini terkesan mengada-ngada, tetapi percayalah, selama tidak bekerja kamu pasti punya kemampuan lain yang tidak kamu sadari.
Contohnya seperti scroll media, kamu bisa memilih pekerjaan di bidang yang berbasis media sosial. Kumpulkan semua keahlian apa saja yang bisa kamu lakukan selama jeda karir dan jadikan itu sebagai kekuatan untuk membuka peluang bekerja lewat kebiasaan yang sudah ada.
3. Fokus dan konsisten mencari peluang

Dalam proses pencarian pekerjaan, akan ada masa depresi dan tekanan seiring berjalannya waktu. Kamu mungkin akan dihadapi dengan sulitnya menemukan pekerjaan ideal di usia yang tidak muda lagi.
Maka perlu adanya konsistensi dan fokus yang maksimal agar menemukan peluang. Jatuh berkali-kali dalam usaha bukan lagi masalah. Di usia matang, menyerah sebelum berhasil itulah hal yang menakutkan. Maka bertahan dalam fokus dan konsisten akan melebarkan jalan untukmu mendapatkan pekerjaan.
4. Pertimbangkan resiko saat bekerja

Saat kamu memutuskan untuk kembali bekerja, pertimbangkan sisi resiko yang harus kamu terima nantinya. Apakah dengan bekerja bisa mengorbankan hal lain dalam hidupmu. Atau menambah beban dan tanggung jawab yang semakin berat.
Selama resiko yang ada bisa kamu terima sebagai bagian dari pekerjaan, maka langkah untuk menerima pekerjaan bukanlah masalah. Karena banyak pekerja yang memilih resign setelah mendapati resiko bekerja yang tidak realistis untuk dijalankan.
5. Memilih lingkungan kerja yang sehat

Di luar sana, anjuran untuk jangan memilih-milih pekerjaan kerap digaungkan. Dalam konteks tertentu itu benar. Namun dalam pertimbangan usia dan kemampuan, memilih pekerjaan yang nyaman itu penting. Karena setelah jeda yang lama, mencoba pekerjaan secara ambisius yang tidak terukur justru menimbulkan masalah ke depannya.
Tentukan satu pekerjaan yang akan membuatmu bertahan selama mungkin dan kamu nyaman saat menjalankannya. Meskipun di awal hanya berupah kecil, tetapi jika dijalankan dengan tekad dan keyakinan akan menghasilkan upah di atas rata-rata.
Bekerja lagi setelah jeda karir yang lama. Pasti ada rasa takut, cemas, dan minder. Mulai dengan langkah-langkah strategis di atas. Lewati setiap momen jerih payah untuk mencapai pekerjaan impian. Semoga, dimudahkan!



















