Memasuki usia 30-an sering kali menjadi fase refleksi dalam perjalanan karier. Banyak orang mulai mengevaluasi pencapaian, arah hidup, serta keputusan yang telah diambil selama ini. Di tengah proses tersebut, muncul dorongan untuk selalu berpikir positif agar tetap termotivasi. Namun, tidak semua bentuk positif membawa dampak baik, terutama ketika dipaksakan tanpa mempertimbangkan realitas yang ada.
Toxic positivity dalam berkarier justru bisa membuat seseorang mengabaikan perasaan, menutup mata terhadap masalah, dan sulit berkembang secara jujur. Alih-alih membantu, pola pikir ini dapat menghambat proses belajar dan pemulihan diri. Oleh karena itu, penting untuk kamu mengenali dan mulai melepaskan bentuk-bentuk toxic positivity berikut ini. Yuk, simak apa saja!
