Menjadi karyawan berprestasi terdengar seperti posisi ideal karena kemampuan dan kontribusi yang diberikan mendapat pengakuan di lingkungan kerja. Namun, performa yang konsisten ternyata dapat membawa konsekuensi lain berupa pekerjaan tambahan yang terus berdatangan. Orang yang dikenal cekatan dan dapat diandalkan bahkan sering menjadi pilihan pertama ketika atasan membutuhkan seseorang untuk menangani tugas penting.
Situasi tersebut dapat memunculkan paradoks ketika kompetensi justru dibalas dengan bertambahnya beban kerja tanpa penyesuaian penghargaan yang sepadan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi mengaburkan batas antara kepercayaan profesional dan ketergantungan perusahaan terhadap karyawan tertentu. Supaya dapat melihat persoalan ini secara lebih jernih dan gak sekadar menganggapnya sebagai konsekuensi menjadi pekerja andal, yuk pahami beberapa alasannya berikut ini.
