ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Ketika terlalu lama berada di lingkungan kerja yang tidak sehat, seseorang mungkin mulai meragukan kemampuannya sendiri. Komentar negatif dari rekan kerja bisa membuatnya merasa tidak kompeten, meskipun selama ini ia sebenarnya mampu menyelesaikan tanggung jawab dengan baik. Menariknya, suasana kerja yang berbeda bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih positif. Di perusahaan baru, seseorang mungkin bertemu rekan kerja yang lebih suportif, atasan yang menghargai kontribusi karyawan, atau mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan yang sebelumnya terhambat.
Tentu saja, pindah kerja tidak otomatis menjamin semua masalah akan hilang. Setiap perusahaan memiliki tantangan masing-masing. Namun, setidaknya seseorang memiliki peluang untuk memulai kembali tanpa harus terus menghadapi pola perlakuan buruk yang sama. Bahkan, bukan tidak mungkin keputusan pindah kerja justru membawanya pada jenjang karier, penghasilan, dan kualitas hidup yang lebih baik. Keputusan resign akibat bullying memang tidak selalu mudah, terutama jika seseorang masih membutuhkan penghasilan tetap atau belum menemukan pekerjaan pengganti. Karena itu, mempertimbangkan kondisi keuangan, mencari peluang baru, dan menyimpan bukti bullying sebelum keluar dapat menjadi langkah yang bijaksana.
Yang perlu diingat, pindah kerja bukan berarti pelaku bullying lebih hebat atau berhasil mengalahkan korbannya. Tidak semua kemenangan harus diperoleh dengan tetap berada di tempat yang sama. Terkadang, keberanian justru terlihat ketika seseorang memutuskan untuk meninggalkan lingkungan yang tidak lagi memberikan ruang baginya untuk berkembang.